ANDAI INI RAMADHAN TERAKHIRKU

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dialah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Lukman: 34)

Teringat dengan maqolah indah yang dapat dijadikan sebagai inspirasi atau semangat dalam beramal, berikut bunyinya:

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.”

Makna ungkapan diatas hendaklah membuat kita untuk semangat dalam menggapai akhirat tanpa menunda dan tidak perlu tergesa-gesa dalam mengejar dunia, karena masih ada hari esok. Ungkapan “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya” mempunyai arti bahwa apa yang tidak selesai hari ini dari urusan dunia dapat diselesaikan besok. Dan yang tidak bisa selesai besok maka selesaikanlah besoknya lagi atau dengan kata lain Jika luput hari ini masih ada harapan untuk besok. Namun untuk urusan akhirat tidak bisa ditunda esok karena kematian akan menunggu kita esok hari.

Demikian pula dengan Ramadhan, jadikan seolah-olah Ramadhan ini merupakan ramadhan terakhir bagi kita dengan begitu kita akan semangat menyambutnya, mengisinya dan menggapai maghfiroh-Nya. Ada hadits Nabi Muhammad SAW yang menceritakan tentang ucapan Amin-nya Nabi SAW:

عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ ، قَالَ : صَعِدَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ ، فَقَالَ : آمِينَ آمِينَ آمِينَ ، فَلَمَّا نَزَلَ قِيلَ لَهُ ، فَقَالَ : أَتَانِي جِبْرِيلُ ، فَقَالَ : رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ أَوْ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ : آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ أَوْ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ : آمِينَ ، قُلْتُ : آمِينَ ، وَرَجُلٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ : آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ.

Dari ‘Ammar bin Yasir, ia berkata, “Nabi Muhammad SAW. naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Aamiin, aamiin, amiin”. Maka ketika beliau turun dari mimbar, ditanya oleh para sahabat (Kenapa engkau berkata: Aamiin, aamiin, amiin?) maka Nabi saw. bersabda, “Telah datang malaikat Jibril kepadaku, lalu ia berkata ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah, maka Allah menjauhkannya’. Katakanlah: Aamiin!’, maka aku berkata : ‘Aamiin’. Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga atau maka Allah menjauhkannya. Katakanlah: aamiin!’ maka kukatakan, ‘Aamiin”. Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu maka Allah menjauhkannya. Katakanlah: ‘Aamiin!’ maka kukatakan, ‘Aamiin.’

Cara Mendapat Maghfiroh di Bulan Ramadhan

Andai Ini Ramadhan Terakhirku! Beruntung sekali jika di Ramadhan terakhir ini hidup kita diliputi oleh banyak maghfiroh. Berikut ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memperoleh banyak maghfiroh di bulan Ramadhan ini:

  1. Berpuasa dengan Ilmu.

                                        ألعلم إمام العمل والعمل تابعه

“Ilmu itu pemimpin bagi amal dan amal adalah pengikutnya.” (Ibnu Al Jauzy)

قَالَ بعضُ السَّلف: مَنْ عبد الله بغير عِلْم كانَ ما يفسد أكثر ممَّا يصلح

  1. Banyak doa agar ibadah puasa yang dilakuakn diterima.

Diriwayatkan bahwa pada saat Ramadhan tiba, Nabi Muhammad SAW berdo’a:

 (اَللَّهُمَّ: سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ لِيْ مُتَقَبَّلاً. (رواه الطبراني في الدعاء والديلمي

“Ya Allah, selamatkan aku untuk Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan dia sebagai amal yang diterima untukku.” (HR Ath-Thabarani dan Ad-Dailami)

  1. Sedekah yang terencana.

Nabi Muhammad SAW teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)

  1. Lebih banyak menyapa Al Quran.

Syekh Hasan Al Bashri:

من أراد أن يكلمه الله فعليه بالقرآن ومن أراد أن يكلم الله فعليه بالصلاة

“Barang siapa yang ingin Allah berkomunikasi dengannya, maka bacalah Al Quran. Dan Barang siapa yang ingin bicara kepada Allah, maka tegakkan shalat dengan benar”

  1. Raih Lailatul Qadar.

Sebagian Ulama berkata:

مَنْ صَامَ الشَّهْرَ وَاسْتَكْمَلَ اْلأَجْرَ وَأَدْرَكَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ فَقَدْ فَازَ بِجَائِزَةِ الرَّبَّ

Barang siapa berpuasa sebulan penuh dan meraih pahala sempurna, dan berjumpa dengan malam lailatul qadar, sungguh ia telah menggapai hadiah dari Allah.

  1. Lakukan sunnah dan hindari mubah (hiburan yang tidak pada tempatnya). Jangan sering nonton TV, pergi ke Mall namun sebaliknya hidupkan Romadhan dengan memandang Al-Quran, mendatangi masjid, i’tikaf dsb.
  1. Cobalah untuk sholat sebelum tidur, sehabis sholat bermuhasabah terkait dengan hal yang dilakukan seharian. Tambahkan semangat lebih baik lagi untuk amal besok hari. Karena kita tidak tahu apakah besok hari jiwa kita masih bisa untuk menikmati indahnya Ramadhan.

Ya Allah, selamatkan kami untuk dapat menikmati Ramadhan. Selamatkan Ramadhan untuk dapat kami peluk ampunan dan kasih sayang-Mu di dalamnya dan terimalah ia sebagai amal sholeh untuk kami. Aamiin ya mujiibas saailin. Wallohu Alam

Oleh: Ustadz Muhammad Junaidi Sahal

 


Zaftikan Arin

Bagikan Kebaikan Artikel ini..Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *