Asal – Usul Berbagai Jenis Kue Lebaran

82
kue lebaran

Suaramuslim.net – Idul Fitri adalah momen yang tak lepas dari semarak aneka jajanan dan kue lebaran. Namun tidak banyak yang membahas tentang sejarah berbagai kue itu. Tulisan ini akan membahasnya.

Setiap rumah, tentunya saling berlomba untuk menyajikan suguhan terbaiknya di Hari Raya Idul Fitri. Berbagai macam kue dan jajanan disuguhkan, beberapa di antaranya yang terkenal adalah nastar, kastengel, dan madu mongso. Agar tidak hanya sekedar mencicipinya, mari simak ulasan di bawah ini untuk mengetahi sejarah kue dan jajanan yang teramat hits di hari Raya Idul Fitri tersebut.

Nastar, Si Kue Nanas                                      

Siapa yang tidak mengenal kue yang satu ini ? selalu disajikan hampir disetiap rumah pada saat lebaran. Kue kering yang berisikan selai nanas dengan rasa manis yang khas. Dilansir dari beberapa sumber, kue nastar ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kue Nastar, berasal dari bahasa Belanda yaitu “Ananas” atau nanas, dan kata “taart” yang artinya kue. Kalau dua kata tersebut digabung menjadi satu jadilah nastart atau nastar. Sebenarnya, kue ini mengadopsi kue pie buatan eropa yang biasanya di isi dengan buah blueberry dan apel. Dalam bahasa Hokian, nastar diartikan sebagai ong lai (buah pir emas) yang melambangkan rezeki dan keberuntungan. Seiring perkembangan dunia baking, kini kue nastar tak hanya berbentuk bulat saja. Bentuknya lebih variatif seperti oval, strawberry dan lainnya.

Cookies: Kue Kering Manis

Tahukah Anda akan sejarah dari Cookies? Dulunya ternyata cookies tercipta karena ada sebuah ketidaksengaajaan. Seorang pembuat kue mencoba memanggang sedikit adonannya di dalam oven. Kemudian, dari hasil panggangan sedikit adonan teresebut lahirlah kue kering yang tahan lama dan lezat. Kemudian masyarakat lebih menyebutnya sebagai “cookies”. Sedangkan kata ‘cookie’ sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu ‘koekje’ artinya kue kecil. Nama ini disesuaikan dengan bentuk cookie yang merupakan adonan manis dipanggang dan disajikan dalam porsi kecil sehingga dapat dimakan dengan tangan. Belanda kemudian mempopulerkannya di Amerika Serikat, sedangkan Inggris mengadopsi cookies tersebut pada abad ke 19 dan dijadikan hidangan tradisi minum teh yang mereka miliki. Seiring berkembangnya zaman, kue sudah tidak hanya menjadi sajian minum teh berbagai bangsa di eropa saja, namun juga menjadi sajian kue lezat di hari lebaran bagi umat muslim di Indonesia.

Madu Mongso

Melipir dari jajanan ala barat, jajanan yang ini adalah jajanan original Indonesia? Untuk penduduk asli Jawa pasti sudah tidak asing dengan jajanan khas satu ini. Tak jelas juga asal usul madu mongso ini dari mana, ada yang mengatakan dari Jawa Tengah namun banyak sumber juga mengatakan dari Jawa Timur. Terlepas dari asal usulnya, madu mongso juga merupakan warisan kuliner Indonesia. Madu Mongso adalah makanan ringan yang terbuat dari ketan hitam sebagai bahan dasarnya.Rasanya asam bercampur manis karena ketan hitam sebelumnya diolah dahulu menjadi tapai (melalui proses fermentasi). Kemudian diolah lagi dengan menambahkan gula, santan, dan beberapa buah nanas sebelum kemudian dimasak hingga menjadi seperti dodol/jenang. Madu mongso ini biasanya dikemas seperti permen dan dibungkus menggunakan kertas warna warni. Rasanya yang legit dan manis tentunya juga membuat jajanan ini menjadi di minati banyak orang khususnya pada saaat lebaran idul fitri.

Demikian uraian singkat mengenai beberapa kue yang selalu disajikan saat lebaran idul fitri. Semoga bermanfaat. (muf/smn)