Begini Cara Menjauhkan Diri dari Riya’

0
16
Begini Cara Menjauhkan Diri dari Riya’

Suaramuslim.net – Penyakit hati seringkali lebih sulit dideteksi dan diobati, karena pengidapnya tidak merasa ia sedang sakit. Riya merupakan salah satu penyakit hati. Di dalam hadits, penyakit yang satu ini bahkan dinilai lebih berbahaya bagi kaum muslimin dibandingkan fitnah dajjal.  Tulisan ini mengenalkan riya dan cara menghindarinya.

Riya adalah salah satu penyakit hati yang berarti suka pamer. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah 264)

Dahsyatnya Bahaya Riya

Riya merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya bagi kaum muslimin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masih Dajjal?” Dia berkata, ”Kami mau,” maka Rasulullah berkata, yaitu syirkul khafi; yaitu seseorang shalat, lalu menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya.” [HR Ibnu Majah, no. 4204, dari hadits Abu Sa’id al Khudri. Hadits ini hasan-Shahih at Targhib wat Tarhib, no. 30]

Riya juga sangat merusak daripada serigala menyergap domba. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dan dilepaskan di tengah sekumpulan domba lebih merusak daripada ketamakan seorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya.” [HSR Ahmad, III/456; Tirmidzi, no. 2376; Darimi, II/304, dan yang lainnya dari Ka’ab bin Malik].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan rusaknya agama seorang muslim karena tamaknya kepada harta, kemuliaan, pangkat dan kedudukan. Semua ini menggerakkan riya di dalam diri seseorang.

Di dalam beberapa hadits lainnya juga dijelaskan bahwa riya akan menghapuskan pahala dari amal saleh yang dilakukan. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunujuk kepada orang-orang kafir.” (Al-Baqarah : 264).

Berdasar ayat di atas, hati yang tertutup riya’ ibarat batu licin yang tertutup tanah. Orang yang berbuat riya’ tidak akan membuahkan kebaikan, bahkan ia telah berbuat dosa yang akan dia peroleh akibatnya pada hari kiamat. Riya’ menghapuskan amal saleh, dan seseorang tidak mendapatkan apa-apa karenanya di akhirat nanti dari amal-amal yang pernah ia lakukan di dunia.

Cara Menghindari Riya’

Setelah memahami akan bahaya sifat riya, berikutnya adalah cara bagaimana menghindari riya’  yang dilansir dari laman warohmah.com. Berikut adalah beberapa contoh cara untuk menghindari sifat riya’.

Pertama, membiasakan diri untuk ikhlas dalam melakukan ibadah atau amal perbuatan lain.

Kedua, meningkatkan sifat bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala .

Ketiga, perbanyak dzikir untuk mengingat Allah.

Keempat, meninggalkan sifat suka pamer, apabila di dalam hati muncul perasaan ingin memamerkan ibadah pada orang lain segeralah beristighfar.

Begitu bahayanya sifat riya’ dan begitu besarnya dosa yang diakibatkan. Semoga diri ini terjauh dari sifat riya. (muf/smn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here