Idul Fitri, Ucapkan Taqabalallahu Minna wa Minkum

76
ucapan idul fitri taqabbalallahu minna wa minkum

Suaramuslim.net – Ada ucapan masyhur yang sering terdengar saat tiba Idul Fitri, yakni taqabbalallahu minna wa minkum. Ucapan ini mendoakan agar amalan kita diterima. Mengapa demikian? Apa keterkaitan dengan Idul Fitri?

Ketika Ramadhan tiba, seluruh umat Islam berbondong-bondong untuk mengejar pahala sebanyak-banyaknya dengan banyak beramal pula. Intensitas ibadah meningkat, bahkan banyak waktu yang dipersiapkan khusus untuk mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Tentunya, setelah beramal. Harapan yang utama adalah diterimanya amal ibadah tersebut sehingga bisa menjadi bekal di akhirat nantinya. Mengingat hal tersebut, saling mendoakan tentunya sangat dibutuhkan. Itulah yang menyebabkan ucapan “Minal Aidin wal Faidzin” serta “Mohon Maaf Lahir Batin” kurang cocok diucapkan ketika hari raya idul fitri tiba.

Selain tak ada tuntunan yang  menjelaskan ucapan tersebut, ada ucapan lain yang sudah diucapkan oleh para sahabat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Idul Fitri tiba.

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata, “Jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, red), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kamu).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Ucapan yang sudah biasa digunakan para sahabat terdahulu ketika idul fitri adalah “Taqabbalallahu Minna wa minkum”.

Makna Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Menurut hadist riwayat di atas, para sahabat mengucapkan Taqaballahu minna wa minkum ketika Idul Fitri. Terjemahan dari Taqabbalallahu minna wa minkum adalah, “Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.” (Sanadnya hasan; Fathul Bari, 2:446)

Ibnu habib mengatakan, “Yang semisal dengan ini adalah ucapan sebagian orang ketika id, iidul mubaarak (Id yang diberkahi), ahyaakum‘ (Semoga Allah memberi keselamatan bagimu), dan semisalnya. Tidak diragukan, bahwa ini semua diperbolehkan.” (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244)

Imam Malik ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” atau “Ghafarallahu lana wa laka.” Beliau menjawab, “Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya.” (At-Taj wal Iklil, 2:301)

Syekhul Islam juga  mengatakan, sebagai jawaban atas pertanyaan yang ditujukan kepada beliau, “Ucapan selamat di hari raya antara satu sama lain setelah shalat ‘id (taqabbalallahu minna wa minkum atau ahalallahu ‘alaika dan semacamnya) maka ucapan ini diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa mereka melakukannya. Sebagian ulama, seperti: Imam Ahmad dan yang lainnya, juga memberi keringanan ….” (Majmu’ Fatawa, 5:430)

Dari beberapa pendapat, ucapan yang mengandung doa, yang diucapkan ketika idul fitri, sebenarnya sah-sah saja. Sama halnya dengan “Taqabballahu minna wa minkum” yang artinya “Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.”

Ketika diucapkan saat Idul Fitri, artinya sebagai ungkapan  doa agar amal ibadah yang dilakukan ketika bulan Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. (muf/smn)