Kisah La Ode Musa, Bocah Cilik Asal Indonesia Pemenang Ajang Hafidz Tingkat Dunia

Kisah La Ode Musa, Bocah Cilik Asal Indonesia Pemenang Ajang Hafidz Tingkat Dunia

La Ode Musa, hafidz dunia termuda, kisah inspiratif

Suaramuslim.net – Pada bulan April 2016 lalu, Indonesia menjadi juara ketiga lomba Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) International yang digelar di Sharm El-Sheikh, Mesir. Menariknya, pemenang dari lomba adalah bocah cilik berusia 7 tahun bernama La Ode Musa.

MHQ Internasional Sharm El-Sheikh diikuti oleh 80 orang berasal dari 60 negara. Selain Indonesia dan Mesir sebagai tuan rumah, negara lain yang turut serta dalam lomba ini diantaranya Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan negara-negara lainnya.

Musa memang bukan orang pertama yang membawa nama harum Indonesia, namun mengingat usianya masih belia menjadi hal yang mengejutkan. Dalam lomba ini Musa menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan mendapatkan juara ketiga. Musa kecil yang masih memiliki kendala untuk melafalkan huruf “R” ini berhasil melewati berbagai soal yang diujikan dan bahkan berhasil membuat takjub para dewan hakim.

Di bulan Ramadhan kemarin, Musa mendapat undangan kehormatan dari pemerintah Mesir pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang diadakan pada Ramadan.Seluruh biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir ditanggung oleh pemerintah Mesir.

Mengenal Sosok La Ode Musa

Abang Musa, sapaan dari La Ode Musa, adalah putra dari pasangan Laode Abu Hanifa (34) dan Yulianti (29). Musa lahir di Bangka Barat pada 26 Juli 2008. Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Adiknya Lukman (5) Hindun (3) dan Zainal (1). Seperti layaknya anak kecil, musa pun mengalami kesulitan saat pertama belajar Al Quran.

Dikutip dari kemenag.go.id, Yulianti mengatakan, “Awalnya ya susah belajar Al-Quran, tapi karena Abinya (bapak) istiqomah dan sabar dalam mendidik ilmu agama, alhamdulillah hasilnya bagus.”

Meski telah menjadi juara Yulianti berharap anaknya akan lebih giat belajar. “Harus lebih giat belajar, jangan sampe malah tidak belajar”, ungkapnya.

Diakhir pembicaraan dengan bimasislam Yulianti berpesan agar para orang tua terus mendidik anaknya dengan penuh semangat. “Kepada para orang tua jangan patah semangat untuk terus mendidik ilmu agama kepada anaknya”, ucapnya.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment