MENCARI NAFKAH BERBEKAL NIAT YANG TEPAT

0
13
MENCARI NAFKAH BERBEKAL NIAT YANG TEPAT

Saudaraku…
Ketika kita bersemangat bekerja mencari nafkah atau rizki, sudah sepantasnya kita mengiringinya dengan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT. Karena Apa? karena rizki yang telah kita peroleh dan yang insyaallah akan kita dapatkan hanyalah bersumber dari-Nya.

Pastikan juga pada setiap akan bekerja, kita mempunyai niat yang sudah benar. Niat yang semata hanya untuk merespon perintah dan untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. ” ( Al Bayyinah : 5 )

Kita semua telah mengetahui bahwa :

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan Kehidupan Akhirat adalah Lebih baik dan Lebih kekal…”  (QS. Al-A’laa: 17)

Namun yang terjadi hampir sepanjang hari, kita menyibukkan atau disibukkan dengan banyak kepentingan dunia beserta rutinitas yang ada. Karenanya, mari perbaiki seluruh aktivitas dengan” Niat yang Benar” agar semua pekerjaan yang kita lakukan dapat terhitung sebagai ibadah yang berpahala.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niat dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin Rahimahullah menjelaskan bahwa amal ibadah orang yang lalai hanya akan menjadi rutinitas belaka. Adapun aktivitas rutin orang yang waspada, akan bernilai ibadah. (Syarh al-Arba’in)

Sedangkan penjelasan yang lebih rinci dari Ibnu Rajab Rahimahullah bahwa apabila makan dan minum diniatkan untuk menguatkan tubuh saat melaksanakan Shalat dan berpuasa, maka akan bernilai pahala. Demikian pula jika seseorang berniat untuk tidur di malam dan siang harinya, guna memperkuat dalam beramal maka tidur tersebut akan bernilai ibadah. (Lathaiful Ma’arif: 279-280)

Demikian juga, bila saat kita mencari nafkah untuk keluarga disertai bekal niat yang tepat, Insyaallah rutinitas harian akan menjadi bermanfaat dan bernilai ibadah.

Oleh : Ustadz Agung Cahyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here