Pengukuhan Guru Besar KH. Ma’ruf Amin

Potret Intektual, Umara dan Ulama

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin, Rabu (24/5), dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. KH.Ma’ruf Amin dianggap sangat pantas menyandang status guru besar.

Hal itu dikatakan Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Rektor UIN Malang. Berdasarkan Keputusan Menristekdikti No. 69195/A2.3/KP/2017, Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si selaku rektor UIN Malang memaparkan alasan pengukuhan kyai kelahiran Tangerang, 74 tahun lalu itu. Di antaranya karena kiprah Kyai Ma’ruf tidak hanya memberi pengaruh dalam perekonomian dalam negeri, namun di luar negeri juga diakui sumbangsihnya. Ia pernah menerima penghargaan di Global Islamic Finance Award (GIFA) Lifetime Achievement Award 2016.

“Profesor Kyai Ma’ruf merupakan ulama yang memiliki intelektual dalam ekonomi syariah. Gagasan, pemikiran dan aksinya dinilai mencerminkan Islam yang moderat. Juga sebagai contoh dari sinergisitas antara umara dan ulama,” kata Mudjia dalam sambutannya.

Pengukuhan Guru Besar KH. Ma’ruf Amin

Dalam kesempatan yang bersamaan, Prof. Dr (H.C) KH Ma’ruf Amin membawakan orasi ilmiah mengenai “Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia (Kontribusi Fatwa DSN-MUI dalam Peraturan Perundang-Undangan RI).” Orasi ilmiah tersebut menjelaskan tentang penguatan fungsi Dewan Syariah Nasional (DSN) sebagai bagian dari MUI dalam menggerakkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Ekonomi syariah termasuk sebagai salah satu sektor potensial sebagai variable kesejahteraan di Indonesia. Hal tersebut menimbulkan efek berat bagi bergeraknya sektor lainnya,” ungkap Kyai Ma’ruf.

Adapun tanggapan Menristekdikti Mohamad Nasir bahwa tidak mudah untuk menobatkan seseorang menjadi guru besar, terlebih statusnya sebagai dosen tidak tetap. Namun, menelik karya-karya Kyai Ma’ruf Amin, Menristekdikti pun tidak mempermasalahkan untuk mengukuhkan sebagai guru besar.

KH. Ma’ruf Amin Menjadi Contoh Keilmuan dan Keimanan

“KH. Ma’ruf Amin merupakan contoh bagi kita semua bagaimana seseorang itu kuat dalam hal keimanan dan keilmuan. Beliau adalah ulama besar, seorang Ketua MUI dan Rais Am PBNU, di lain sisi perannya dalam mengembangkan bidang perekonomian syariah Islam juga patut kita apresiasi,” ujarnya.

Lebih jelas, bahwa syarat untuk menjadi profesor sebagai dosen tidak tetap ini antara lain bergelar doktor, diajukan oleh perguruan tinggi yang berakreditasi A, memiliki pengetahuan luar biasa yang dibuktikan dengan karya ilmiahnya, dan direkomendasikan oleh para ilmuwan di bidang yang sama dari perguruan tinggi yang ada di dalam dan luar negeri.

Kemampuan intelektual Kyai Ma’ruf juga tertuai dalam balutan tulisan. Telah ada buku-buku karyanya. Di antaranya Fatwa dalam Sistem Hukum Islam (2008), Prospek Cerah Perbankan Syariah (2004), Era Baru Ekonomi Islam Indonesia: Dari Fikih ke Praktek Ekonomi Islam (2011), Fatwa Empat Bingkai Kerukunan Nasional (2013), dan Pembaharuan Hukum Ekonomi Syariah (2013).

Tidak hanya buku yang berbau ekonomi syariah saja yang ditulisnya. Berikut buku-buku lainnya yang bernuansa agama. Yakni; Meluruskan Makna Jihad, Mencegah Terorisme (2006), Melawan Terorisme dengan Iman (2007), Produk Halal: Melindungi dan Menentramkan (2010), dan Harmoni dalam Keberagaman: Dinamika Relasi Agama-Negara (2011).

Pengukuhan tersebut dihadiri antara lain, oleh Presiden RI Joko Widodo, Menristekdikti Mohamad Nasir, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan beberapa tokoh lainnya. (Ce2/smn)


Zaftikan Arin

Bagikan Kebaikan Artikel ini..Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *