Tadarus itu Membaca, Memaknai dan Mengamalkan

Suaramuslim.net – Al Qur’an dan Ramadhan seperti pasangan yang serasi. Ganjaran membacanya yang luar biasa itu akan sangat menarik jika bertemu dengan bulan yang melipatgandakan pahala untuk berbagai aktivitas kebaikan.

Bahkan sekelas imam syafi’I rahimahullah Imam Syafi’i rahimahullah yang biasa mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak 30 kali dalam setiap harinya melipatgandakan frekuensi membacanya. Saat bulan Ramadhan, salah satu imam mahdzab itu mengkhatamkan sebanyak 60 kali. Hal itu dikisahkan dari Imam Al-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi (w 270 H), salah seorang murid langsung Imam Al-Syafi’i.

Bulan Ramadhan dikenal sebutan nuzulul qur’an. Artinya, Rasulullah mendapat wahyu diturunkannya Al-Qur’an adalah bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sehingga ada dorongan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an lebih sering dibandingkan dengan hari biasanya.

Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185)

Keberkahan Al-Quran nampak jelas dengan adanya riwayat-riwayat yang mengabarkan akan keutamaan dan keistimewaannya. Ia merupakan pedoman hidup seorang muslim, obat dari segala penyakit badan dan hati, dan banyak keistimewaan lainnya. Allah berfirman: “Dan Kami turunkan Al-Quran (Sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zhalim hanya akan menambah kerugian.” (QS Al-Isra’: 82)

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu-, beliau menuturkan, Rasulullah –shallalahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Quran), maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi)

Dari Abu Umamah Al-Bahili –radhiyallahu ‘anhu-, beliau mengatakan, Aku mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Bacalah Al-Quran. Sebab pada hari kiamat ia akan datang sebagai pemberi syafaat bagi pengembannya.” (HR Muslim)

Tersebab banyaknya keberkahan yang ada di dalam Al-Qur’an, maka sepatutnya memantik kita untuk membaca Al-Qur’an dengan sebanyak mungkin, terlebih di bulan Ramadhan.

Tadarus, Tak Hanya Membaca al-Qur’an

Istilah yang sangat akrab di telinga kita terkait dengan membaca al Qur’an dan Ramadhan adalah tadarus yang biasa diartikan dengan membaca al Qur’an secara bersama-sama.

Tadarus Al-Quran sebenarnya punya makna yang lebih luas dari hanya sekadar membaca Al-Quran. Adapun makna sesungguhnya dari tadarus adalah membaca sekaligus mencoba memahami ayat Al-Quran yang dibacanya. Membaca Al-Qur’an-Nya juga harus dilantunkan sesuai tajwid.

Para sahabat nabi pernah mengatakan, mereka belajar Al-Quran lima ayat dalam sehari. Jika sudah memahaminya, langsung diamalkan dalam kehidupan. Sehingga ada kesinambungan dari isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan amal perbuatan sehari-hari, karena di dalamnya banyak ditemukan hukum syar’i sebagai dasar seorang mukmin.

Selain memuat berbagai hukum syar’i, Al-Qur’an memuat banyak kisah yang akan menjadi hikmah untuk pembacanya. Kalau ayat Al-Qur’an yang bersifat hukum, bisa langsung diamalkan dalam kehidupan. Intinya, Al-Qur’an tidak hanya dibaca tetapi juga harus dimengerti dan dilaksanakan. (Ce2/smn)


Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.
Bagikan Kebaikan Artikel ini..Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comments

comments

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *