Tips Agar Produktif Bekerja Saat Puasa

Suaramuslim.net – Aktivitas puasa, acapkali menjadi kambing hitam atas menurunnya kinerja. Lalu bagaimana caranya tetap produktif dalam bekerja meskipun sedang berpuasa?

Niat adalah hal yang sangat penting. Niat salah, akan bermasalah. Para ulama mengatakan bahwa yang membedakan sesuatu bernilai ibadah atau tidak adalah niatnya. Niat bisa memunculkan kekuatan dan bisa melemahkan.

Jika dalam keseharian kita lelah bekerja, terlebih saat berpuasa, maka sebaiknya kita melihat kembali, menata kembali niat kita dalam bekerja.  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku,” (adz Dzariyaat:56)

“Pria menjadi pemimpin wanita karena Allah telah memberikan kelebihan (kekuatan) kepada lelaki dari wanita dan karena pria bertanggungjawab menafkahkan hartanya,” (An-Nisa’, ayat 34).

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuan-Nya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah swt tidak akan memikulkan beban kepada seorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan,” (Thalaaq, 7).

Berbagai ayat di atas mengingatkan kita bahwa bekerja tidak sekadar mencari materi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, bekerja adalah perintah Allah. Lebih dari itu, bekerja adalah ibadah.  Mindset inilah yang mempengaruhi terciptanya niat kita. Jika hal itu sudah tertanam dan melekat kuat, orientasi hidup kita akan berubah. Waktu, tenaga dan pikiran akan diarahkan untuk mencari Ridho Allah ta’ala. Manusia akan mengubah semua aktivitasnya menjadi ibadah. Semua aktivitas termasuk bekerja akan diniatkan untuk beribadah kepadaNya. Jika demikian, bersiap-siaplah kita untuk mengunduh kekuatan tanpa batas.

Memanfaatkan Waktu Luang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada Bilal bin Rabbah, “Wahai Bilal, istirahatkanlah aku dengan shalat.”

Artinya, jika kita merasa dalam bekerja yang berujung pada puncak kepenatan, tidak berdosa jika menjadikan shalat sebagai pelabuhan terbaik. Sebab Rasul memanfaatkan shalat untuk bercengkrama dengan Allah dalam segala urusan. Dan begitu istimewanya waktu luang Rasulullah hingga tidak ada kesempatan sepersekian waktu untuk mensia-siakan waktu luang.

Menjaga Asupan Tubuh

Banyak perubahan dari awalnya tidak berpuasa lalu datang bulan Ramadhan yang diperintahkan untuk berpuasa. Pun kondisi tubuh juga ikut berubah. Maka penting untuk memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Seperti anjuran saat berbuka dengan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Dan saat sahur mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak (daging) agar makanan tersebut dapat diolah dalam jangka waktu lama sehingga tidak cepat merasa lapar. Tidak luput pula untuk mengkonsumsi buah-buahan secukupnya.

Istirahat yang Cukup

Istirahat di siang hari di sela pekerjaan sangat bermanfaat untuk mengumpulkan kembali energi setelah lelah bekerja. Istirahat bisa berupa tidur siang, pergi melepas penat dengan keluar dari kantor juga bisa. Sekedar bercanda ringan dengan teman sejawat juga bisa menyegarkan kembali kepenatan.

Intinya adalah istirahat itu bisa lepas dari pekerjaan meski hanya sesaat. Atur waktu sedemikian seimbang sehingga tidak memforsir diri dalam pekerjaan. Untuk itu, istirahat yang cukup baik di siang maupun di malam hari juga sangat diperlukan untuk selalu menjaga kondisi tubuh tetap fit dan produktif. Semoga Ramadhan ini penuh berkah. (Ce2/smn)

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan
Bagikan