Ini Ucapan yang Benar Saat Lebaran

Suaramuslim.net – Mohon maaf lahir dan batin. Kalimat itu familiar saat Idul Fitri tiba. Tahukah Anda, ucapan tersebut tidak sesuai dengan makna Idul Fitri yang sesungguhnya? Bagaimana ucapan yang lebih tepat saat hari raya Idul Fitri? Berikut ulasannya.

Tradisi mengucapkan “Mohon maaf lahir bathin” ketika idul fitri tiba, sepertinya sudah mendarah daging di lidah masyarakat Indonesia. Meski untuk mengubahnya merupakan suatu hal yang besar, setidaknya mari simak uraian ucapan hari raya idul fitri yang sesungguhnya di bawah ini.

“Mohon Maaf Lahir dan Batin” saat Idul Fitri. Seolah-olah ucapan permohonan maaf hanya tepat disampaikan saat Idul Fithri tiba. Ini sungguh salah kaprah. Karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Waktu untuk saling memohon maaf itu tidak terbatas dan tidak dibatasi dengan momen tertentu. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk langsung meminta maaf ketika berbuat salah. Ucapan itu, jika dikhususkan pada waktu tertentu, harus butuh dalil dari Al Qur’an dan Al Hadits, dan tidak ada satu dalil yang menunjukkan bahwa permohonan maaf akan lebih afdhol jika dilakukan saat hati raya Idul Fitri.

Jika permintaan maaf hanya disampaikan saat Idul Fitri, akan sangat berbahaya bagi orang yang bersalah. Terlebih jika ajal menejemput sebelum sempat meminta maaf, karena tidak bertemu dengan Idul Fitri..

Ucapan yang Tepat

Muhammad Abduh Tuasikal seperti yang dikutip muslim.or.id, menjelaskan “Ucapan yang lebih baik adalah sebagaimana telah dicontohkan langsung oleh para sahabat, yakni “Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kita dan amal kalian)”.

Kemudian ia juga menjelaskan beberapa riwayat hadits, yang menjelaskan tentang ucapan hari raya Idul Fitri. Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ied (Idul Fitri atau Idul Adha, red), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kamu).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Kemudian, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apa hukum mengucapkan selamat hari raya? Lalu adakah ucapan tertentu kala itu?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Ucapan selamat ketika hari raya ied dibolehkan. Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa).”

Sebagaimana para ulama mengatakan, ‘Hukum asal segala sesuatu adalah boleh. Sedangkan ibadah itu terlarang dilakukan kecuali jika sudah ada petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya’”

Dari penjelasan di atas, berarti ucapan selamat hari raya itu bebas, bisa dengan ucapan “Selamat Hari Raya”, “Taqobbalallahu minna wa minkum” dan lainnya. Ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” pun tidak dikhususkan saat Idul Fitri, ketika Idul Adha dianjurkan ucapan semacam ini sebagaimana kita dapat melihat dalam penjelasan berbagai riwayat di atas.

Dalam hal ini, mengucapkan “Selamat hari raya” adalah diperbolehkan. Namun, akan menjadi lebih baik, jika mengikuti para sahabat dan Rasulullah terdahulu. Karena sebaik baik teladan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. (muf/smn)

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *