Waspada! Inilah Hal yang Membatalkan Puasa

Beberapa hal terkadang menjadi amat meragukan ketika berbicara tentang hal-hal yang membatalkan puasa. Bagaimana ternyata jika hal yang dianggap sepele justru membatalkan puasa dan menghapus pahala?  Ulasan di bawah ini akan menuntaskan keraguan Anda mengenai hal-hal yang membatalkan puasa.

Sengaja Makan dan Minum Ketika Puasa

Hal ini telah menjadi pembatal puasa sesuai dengan kesepakatan para ulama. Yang menjadi indikator makan dan minum adalah dimasukkannya apa saja ke dalam mulut, baik yang bermanfaat (roti, susu, dan makanan lainnya) maupun tidak bermanfaat (rokok) atau yang diharamkan. Allah ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah : 187,

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

Ketika, seseorang yang berpuasa lupa atas puasanya, maka puasanya tidaklah batal. Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetap menyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum.”

Haid dan Nifas

Wanita yang mengalami haidh atau nifas di tengah-tengah berpuasa baik di awal atau akhir hari puasa, puasanya batal. Jika dia tetap berpuasa, puasanya tidaklah sah. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Keluarnya darah haid dan nifas membatalkan puasa berdasarkan kesepakatan para ulama.”

Dari Abu Said Al Khudri, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah kalau wanita tersebut haid, dia tidak shalat dan juga tidak menunaikan puasa?” Para wanita menjawab, “Betul.” Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Itulah kekurangan agama wanita.”

Muntah dengan Sengaja

Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qodho baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qodho.”

Bersetubuh di Siang Hari

Berjima’ atau bersetubuh di siang hari di bulan Ramadhan akan membatalkan puasa. Yang melakukannya diwajibkan mengqadha dan membayar kafaroh. Terdapat dua syarat dalam hal ini. Pertama, yang melakukan adalah orang yang dikenai kewajiban untuk berpuasa dan kedua, bukan termasuk orang yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa.

Keluarnya Mani dengan Sengaja

Artinya mani tersebut dikeluarkan dengan sengaja tanpa hubungan jima seperti mengeluarkan mani dengan tangan, dengan cara menggesek-gesek kemaluannya pada perut atau paha, dengan cara disentuh atau dicium. Hal ini menyebabkan puasanya batal dan wajib mengqodho, tanpa menunaikan kafaroh.

Dalil hal ini adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

“(Allah Taala berfirman), ‘Ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum dan syahwat karena-Ku.” Dalam hal ini mengeluarkan mani adalah perkara syahwat.

Jika seseorang mencium istri dan keluar mani, puasanya batal. Namun jika tidak keluar mani, puasanya tidak batal. Adapun jika sekali memandang istri, lalu keluar mani, puasanya tidak batal. Sedangkan jika sampai berulang kali memandangnya lalu keluar mani, maka puasanya batal.

Lalu bagaimana jika berkhayal namun mengeluarkan mani ? hal ini termasuk dihukumi Tidak batal.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku apa yang terbayang dalam hati mereka, selama tidak melakukan atau pun mengungkapnya”

Berniat Batalkan Puasa

Mengingat kembali begitu dahsyatnya sebuah niat, hingga dalam hal bulan Ramadhan pun sebuah niat saja sudah mampu membatalkan puasa. Seseorang yang berniat membatalkan puasa sedangkan ia dalam keadaan berpuasa, seketika itu puasanya menjadi batal sekalipun ia belum makan dan minum. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap orang, hanyalah mendapat apa yang ia niatkan.” Kemudian Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan, “Barang siapa berniat membatalkan puasa, sedang ia dalam keadaan puasa maka puasanya batal”. Dengan begitu seseorang tersebut wajib mengqadha puasanya. (muf/smn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan
Bagikan