Zakir Naik Siap Jalani Safari Dakwah di Indonesia

Jakarta  – Cendekiawan Muslim asal India, Dr Zakir Abdul Karim Naik, siap untuk menjalani rangkaian safari dakwah di Indonesia. Direncanakan, dalam safari dakwah bertajuk “Zakir Naik Visit Indonesa 2017” itu, Zakir Naik akan menyampaikan kuliah umum di lima kota di Indonesia.

Zakir Naik beserta rombongan telah berada di Jakarta sejak Kamis, 30 Maret 2017 kemarin. Ia akan menjalani safari dakwah pada 1-10 April.

Ketua Humas Panitia Zakir Naik Visit Indonesia 2017 Budhi Setiawan mengungkapkan, panitia pusat dan lokal telah siap menyambut kedatangan Zakir Naik. Ribuan peserta di tiap-tiap kota juga telah siap mengikuti kuliah umum dari ahli perbandingan agama tersebut.

Budhi menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya diikuti kalangan Muslim. Kalangan non-muslim yang ingin mengikuti kuliah umum Zakir Naik juga dipersilahkan.

“Untuk kalangan non-Muslim panitia telah membuka pendaftaran khusus dengan tiket VIP gratis,” kata Budhi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/03/2017).

Pada kesempatan yang sama, Budhi juga meluruskan dugaan sejumlah kalangan yang menyebut Dr Zakir Naik akan melakukan debat. Menurut Budhi, hal itu tidak tepat. Sebab, Zakir Naik akan menyampaikan materinya dengan metode ceramah biasa, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta. “Jadi kesempatan tanya jawab akan lebih lama,” imbuhnya.

Terkait dengan tema kuliah umum, Budhi mengatakan, tema untuk tiap-tipa lokasi berbeda sesuai hasil diskusi langsung antara panitia dengan Dr Zakir Naik. “Kalau tema itu hasil diskusi antara beliau dengan panitia,” ungkap Budhi.

14

 

Berikut Jadwal “Zakir Naik Visit Indonesa 2017”:

Ahad, 02 April 2017. Kuliah Umum di Auditorium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan tema “Da’wah or Destruction” yang akan diikuti 10 ribu orang.

Senin, 03 April, pukul 08.00-12.00 WIB, Kuliah Umum di Auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan tema “Religion as an Agent of Mercy and Peace”. Kuliah umum akan diikuti 15 ribu peserta.

Selasa, 04 April, pukul 19.30-24.00 WIB, kuliah umum di Lapangan Universitas Darussalam, Gontor,  Ponorogo, Jawa Timur. Di Unida, Zakir Naik akan berceramah dengan tema “Religion in Right Perspective” dengan peserta sekira 15 ribu peserta.

Sabtu, 08 April, bertempat di Stadion Patriot, Bekasi, Zakir Naik akan menyampaikan ceramah  umum bertema “Similarity Between Islam and Christianity” di hadapan sekira 40 ribu peserta dan berlangsung pada pukul 19.30-24.00 WIB.

Senin, 10 April, pukul 08.00-12.00 WITA, Zakir Naik akan menyampaikan ceramah bertema “Quran and Modern Science: Compatible or Incompatible” di Auditorium Universitas Hasanuddin, Makassar,  yang akan diikuti sekira 10 ribu peserta.

zakir naik dan MUI

 

Sekilas tentang Dr Zakir Naik

Dr Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang cendekiawan Muslim, dai, dan mubaligh asal India. Ia juga penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama. Secara profesi, sejatinya ia seorang dokter medis.

Sejak 1991 ia telah menjadi seorang dai yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Di India, Zakir adalah pendiri sekaligus Presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter’s High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Pada 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan pada akhirnya fokus dalam dunia dakwah.

Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Tentang pengaruh Zakir Naik, Indian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 lalu memasukan dia ke dalam peringkat 82 dari “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu miliar penduduk India. Sementara dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik berada di peringkat tiga, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Ia menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.

Pada Ahad, 01 Maret 2015 lalu, Dr Zakir Naik mendapatkan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Saudi Arabia, King Faisal International Prize (KFIP). KFIP merupakan penghargaan terhadap karya-karya luar biasa dari individu dan lembaga dalam lima katagori yakni Dakwah Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan. Penghargaan itu disampaikan secara langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz .[Suara Muslim]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *