Suaramuslim.net – Istilah generasi Alfa mulai didengungkan oleh Mark Mccrindle, dalam sebuah makalahnya yang berjudul Beyond Z: Meet Generation Alpha. Ia menyebutkan akan kelahiran sebuah generasi setelah generasi Z yang lahir di abad 21. Yakni generasi A atau Alfa yang lahir di tahun 2010.

Generasi Alfa adalah anak dari generasi milenial. Artinya generasi Alfa sangat dekat sekali dengan kecanggihan teknologi masa kini. Bahkan disampaikan bahwa generasi Alfa adalah native technology. Tidak bisa dipungkiri karena kondisi dari orang tua yang merupakan orang tua milenial.

Nah, di lain pihak hal ini tentu memberikan dampak pada sisi pengasuhan. Khususnya bagi para balita usia 0–5 tahun. Terlebih lagi di masa golden age mereka, yakni usia 0–2 tahun. Apa pun yang mereka lihat bisa jadi ditiru tanpa terkecuali. Sebuah tantangan bagi orang tua masa kini untuk mempertimbangkan apakah mau memperkenalkan gawai sejak dini atau ada alternatif lain?

Tantangan Orang Tua Milenial

Kabarnya generasi Alfa adalah generasi yang paling terdidik karena kedekatan dengan teknologi membuat mereka cenderung lebih mudah belajar banyak hal, ditambah lagi mereka lahir dari generasi milenial yang telah mengenal kecanggihan teknologi lebih awal.

Nah, mulailah tantangan itu dari sini. Sebaiknya para bayi-bayi yang terlahir sebagai generasi Alfa ini dikenalkan gawai sejak dini atau tidak? 

Maraknya kasus yang terjadi akibat kencanduan gawai bukanlah hal yang biasa. Bahkan bisa membawa korbannya masuk rumah sakit jiwa. Selain itu, kasus speechdelay atau keterlambatan bicara di tahapan perkembangan balita mulai bermunculan.

Sebagian sebabnya adalah terpaparnya bayi dengan gawai sejak dini. Sehingga merampas kemampuan motorik mereka. Namun menghindarkan gawai dari generasi Alfa cukup tidak memungkinkan. Perlu cara untuk mencegah agar balita pada generasi Alfa tidak kecanduan gawai.

Inilah 5 cara mencegah kecanduan gawai pada balita generasi Alfa.

1. Kembalikan anak pada fitrah bermainnya

Pada dasarnya, anak dengan usia di bawah lima tahun memiliki keinginan bermain yang tinggi. Hal ini bisa kita manfaatkaan untuk mengalihkan perhatiannya dari gawai. Sehingga konsentrasinya terpusat pada permainan yang mereka lakukan.

2. Sediakan sarana pengganti gawai

Konsekuensi saat ingin mengalihkan perhatian anak dari gawai, harus dicarikan pengganti, baik berupa buku, mainan edukatif atau mainan buatan orang tuanya sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada. Yang terpenting adalah anak menjadi tertarik pada benda-benda tersebut. Selain itu, bermain merupakan salah satu sarana mengasah perkembangan motorik dan sensoriknya.

3. Perhatian orang tua dalam kondisi 100% saat membersamai anak

Artinya jangan melakukan aktivitas apa pun saat sedang bermain atau melakukan hal bersama anak. Agar anak merasakan kehadiran Ayah dan Bunda sebagai orang tua. Sehingga mereka merasa memiliki banyak perhatian. Selain itu hal tersebut akan membangun kedekatan Ayah dan Bunda dengan anak.

Pasalnya, anak di usia balita menjadikan orang tuanya lah permainan terbaik mereka. Maka jangan lewatkan moment ini ya! 

4. Hindari menggunakan gawai di depan mereka

Peniru ulung adalah julukan anak di usia balita. Khususnya di tahapan golden age mereka. Apa yang mereka lihat maka itulah yang mereka lakukan. Bukankah pendidikan terbaik adalah memberi teladan. Nah, sangat efektif jika ingin anak tidak kecanduan gawai dengan diawali dari orang tua yang juga bijak menggunakan gawainya. Selamat mencoba!

5. Dampingi anak saat menggunakan gawai

Zero gadget adalah hal yang cukup mustahil untuk generasi Alfa. Maka mengenalkan gawai dan menggunakannya dengan bijak adalah pilihan paling tepat.

Saat anak-anak mulai mengenal gawai, perlu pendampingan dari orang tua. Pastikan kita hadir membersamai ananda saat menggunakan gawai. Upayakan memberikan pemahaman yang baik bahkan sejak mereka berusia 1 tahun. Karena di usia tersebut anak mulai bisa berkomunikasi. Komunikasi ini akan efektif hingga anak siap membuat kesepakatan dengan orang tuanya.

Nah, 5 cara mencegah kecanduan gadget pada balita generasi Alfa ini tidak bisa berjalan efektif jika kita sebagai orang tua tidak memiliki komiten kuat dalam menjalaninya. 

Namun konsekuensi yang akan kita hadapi saat anak sudah kencanduan gawai akan jauh lebih berat daripada mencegahnya. Mari kita menjadi orang tua yang bijak dalam menggunakan gawai dan memberikan banyak perhatian kepada balita kita.

Penulis: Hamimeha
Editor: Muhammad Nashir
Baca Juga :  Harapan Baru Bagi Anak-Anak yang Terabaikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.