Indonesian Nahdlatut Tujjar An-Nadhliyah, memandirikan pesantren mencetak santri pengusaha

Indonesian Nahdlatut Tujjar An-Nadhliyah, memandirikan pesantren mencetak santri pengusaha

Gus Muhammad Ali penggerak Indonesian Nahdlatut Tujjar An Nahdliyah dalam talkshow Tamu Kita Suara Muslim Radio Network, Senin (31/10/2022).

Suaramuslim.net – Para Kiai di Jawa Timur menggagas gerakan kebangkitan ekonomi berbasis pesantren dan santri, Indonesian Nahdlatut Tujjar An-Nahdliyah. Hal ini disampaikan Muhammad Ali selaku salah satu penggeraknya dalam talkshow Tamu Kita Suara Muslim Radio Network, Senin (31/10/2022).

Pria yang akrab Gus Ali ini mengatakan bahwa dulu kelahiran Nahdlatul Ulama (NU) juga diinisiasi oleh kebangkitan pedagang dan dan kebangkitan pemikiran.

“Kita coba flashback ke belakang untuk membuat gerakan baru bernama Nahdlatut Tujjar An-Nahdliyah. Ide ini lahir dari gagasan Gus Sholahuddin Wachid yang bersama teman-teman membuat Komite Khittah,” jelas Gus Ali.

“Komite Khittah ini lahir agar apa yang dilakukan pengurus yang ada di NU itu kembali ke ajaran Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari,” imbuh pria yang punya jaringan bisnis kuliner di bawah IBM Group ini.

Menurutnya, dasar pemikiran Komite Khittah diiringi dengan Nahdlatut Tujjar, artinya sisi pemikiran politik sosial dan ekonomi diimbangi dengan kebangkitan pedagang santri.

Indonesian Nahdlatut Tujjar An-Nahdliyah telah berjalan satu tahun dan bergerak bersama para kiai memberdayakan lulusan pesantren untuk menjadi pengusaha. Di sisi lain juga mengajak para pengusaha muslim untuk ikut bersama menjadi lokomotif perubahan.

“Kita ingin pesantren punya kemandirian terutama pondok pesantren yang baru merintis dan kita harap pesantren yang besar ini bisa membantu pesantren yang lemah untuk bangkit sehingga ada sinergi, berjamaah, insyaAllah membawa berkah,” harap Gus Ali.

Program yang saat ini sedang dalam progress adalah membuat Pesantrenpreneur. Inputnya santri dan outputnya pengusaha. Para santri yang ingin menjadi pengusaha ditempa di pesantren dengan nama Ponpes Tsuroyya di Pare Kediri.

Selain mengadakan pelatihan berupa ngaji bisnis, Indonesian Nahdlatut Tujjar An-Nahdliyah juga bergerak untuk permodalan, membiayai usaha pesantren yang sudah jelas pasar dan produknya.

“Tetapi secara prinsip kita akan menggandeng lembaga-lembaga keuangan yang mau bersinergi dan mau berbagi seperti modal ventura yang tidak memberatkan pesantren,” jelas Gus Ali.

Tujuan dibentuknya pengusaha santri bukan untuk menumpuk harta tetapi memberikan kemaslahatan untuk sekitar, berkiprah menata ekonomi, karena ekonomi tidak dapat dipisahkan dengan ilmu dan cara mencari uang yang halal.

“Kami terbuka untuk para pengusaha muslim yang berpikir more than just business, tapi bisnis untuk mencari keridhaan Allah, bergabung dalam gerakan kebangkitan ekonomi ini,” tutup Gus Ali.

Reporter: Fuadi Bawazir
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment