Suaramuslim.net – Konflik dengan anak dan remaja adalah hal yang hampir tak terhindarkan. Perbedaan pendapat, emosi yang meledak, atau sikap anak yang terasa “berubah” sering membuat kita lelah, bahkan bingung.
Kadang orang tua merasa, “Kenapa anak sekarang sulit dinasihati?” Sementara di sekolah, guru bertanya, “Mengapa anak tidak lagi seperti zaman dulu? Mereka suka sekali membantah”
Padahal seringkali, konflik bukan tanda kegagalan mendidik, melainkan sinyal bahwa anak sedang bertumbuh. Anak dan remaja sedang belajar mengenali dirinya, emosinya, dan batas-batasnya.
Di fase ini, mereka belum selalu bisa mengekspresikan perasaan dengan cara yang tepat. Maka ketika konflik muncul, yang paling penting bukan siapa yang benar, tetapi bagaimana kita merespons.
Dari sudut pandang orang tua, seringkali niat kita adalah melindungi. Namun jika disampaikan dengan nada tinggi, anak justru merasa diserang, bukan dipahami. Sementara, dari sudut pandang sekolah, aturan memang perlu ditegakkan. Tetapi di balik perilaku anak yang menantang, sering ada emosi yang belum tersampaikan.
Mengelola konflik berarti memberi ruang untuk mendengar, sebelum memberi nasihat. Mengajak anak berdialog, bukan menginterogasi. Menjadi orang dewasa yang tenang, ketika emosi anak sedang memanas.
Kalimat sederhana seperti, “Ayah Ibu ingin mengerti,” atau, “Ayah Ibu mau mendengarkan cerita dari sudut pandangmu,” sering kali lebih menenangkan daripada seribu kata perintah.
Sekolah dan orang tua perlu berjalan bersama. Bukan saling menyalahkan, tetapi saling menguatkan. Ketika sekolah menyampaikan masalah, orang tua hadir dengan keterbukaan. Ketika orang tua bercerita, sekolah menyambut dengan empati. Karena anak akan bingung jika menerima dua pesan yang berbeda dari rumah dan dari sekolah.
Konflik yang dikelola dengan baik tidak akan merusak hubungan. Justru sebaliknya, ia mengajarkan anak tentang komunikasi, tanggung jawab, dan cara menyelesaikan masalah dengan dewasa.
Anak tidak meminta kita menjadi orang dewasa yang sempurna. Mereka membutuhkan orang dewasa yang mau belajar, mau mendengar, dan mau hadir. Mari jadikan setiap konflik sebagai kesempatan membangun kedekatan, bukan jarak.
Dipersembahkan oleh: Pondok Pesantren Al Fattah – Menyiapkan Generasi Cerdas, Berakhlak, dan Berwawasan Global.
Dibuka! Pendaftaran SPMB tahun ajaran 2026-2027, untuk jenjang SMP dan SMA, dirancang khusus untuk mengembangkan potensi terbaik siswa.
Hubungi 0812-2953-1805 untuk SMP dan 0812-2953-1801 untuk SMA. Cek Instagram @alfattah_gibs_Sidoarjo.

