QRIS go global, BI targetkan 17 miliar transaksi pada 2026

BANDUNG (Suaramuslim.net) – Bank Indonesia membidik transformasi QRIS pada 2026 sebagai penggerak utama ekonomi digital nasional, tidak lagi sebatas instrumen pembayaran domestik.

Target yang dicanangkan meliputi 17 miliar transaksi per tahun, ekspansi ke delapan negara, 60 juta pengguna, serta 45 juta merchant aktif.

Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Willy Togi, menyampaikan dalam Capacity Building Media BI Jawa Timur 2026 di Bandung bahwa sejak diluncurkan pada 2019 dengan 1,6 juta pengguna, QRIS telah tumbuh menjadi sekitar 43 juta pengguna pada 2025 dengan total transaksi mencapai 15,51 miliar.

Menurutnya, tema “Kemerdekaan 17-8-45” mencerminkan ambisi tersebut dan menjadi simbol pertumbuhan eksponensial sistem pembayaran nasional.

“Pengembangan QRIS ke depan mengacu pada Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dengan fokus inovasi dan internasionalisasi,” ujar Willy.

Dari sisi akseptasi, 45 juta merchant ditargetkan bergabung, dengan 95 persen di antaranya berasal dari sektor usaha mikro. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran bertumpu pada ekonomi akar rumput.

Melalui satu QR code standar nasional, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran lintas aplikasi, sekaligus terdorong masuk ke sistem keuangan formal sehingga akses pembiayaan menjadi semakin terbuka.

Willy melanjutkan, QRIS dibangun dengan pendekatan sederhana, terjangkau, dan mudah diimplementasikan, sehingga cukup menggunakan satu lembar kode QR untuk menerima berbagai metode pembayaran. Kemudahan tersebut mendorong pertumbuhan pesat di sektor usaha mikro.

Guna mencapai target 17 miliar transaksi, Bank Indonesia terus memperkuat inovasi dan memperluas fungsi QRIS sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital nasional.

Willy menilai optimisme perlu dijaga, mengingat meski QRIS masih relatif baru dibanding inovasi pembayaran global, perkembangannya menunjukkan tren yang sangat positif.

Ekspansi lintas negara menjadi strategi penting dalam mencapai target tersebut. Saat ini empat negara telah terhubung dan empat lainnya dalam proses penjajakan. Perluasan ini dinilai mampu meningkatkan transaksi wisatawan dan perdagangan internasional.

Dengan skema LCT, pembayaran dilakukan secara langsung antar mata uang lokal melalui interkoneksi switching, menjadikan biaya lebih kompetitif.

Sistem ini memungkinkan wisatawan bertransaksi tanpa aplikasi tambahan dan membuka peluang signifikan bagi merchant domestik untuk menerima pembayaran dari konsumen mancanegara secara lebih efisien.

Pewarta: Elsa Khairunnisa
Editor: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.