LAMONGAN (Suaramuslim.net) – Ada pemandangan yang tidak biasa di jantung Kota Lamongan pada Jumat sore (24/7/2026).
Di tengah semarak ribuan insan koperasi yang memadati Alun-Alun Lamongan dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bertema ”Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, tampak wajah-wajah antusias dari berbagai belahan dunia melebur dalam kehangatan lokal.
Mereka adalah ratusan peserta Summer School Universitas Airlangga (UNAIR) yang berasal dari 41 negara. Kehadiran delegasi global ini mengubah perayaan daerah tersebut menjadi sebuah etalase diplomasi kultural dan edukasi ekonomi kerakyatan berkelas dunia.
Antusiasme delegasi global dan apresiasi Bupati Lamongan
Puncak perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan kunjungan peserta Summer School dari 41 negara tersebut.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut baik kehadiran para pembelajar global yang ingin mendalami dinamika ekonomi kerakyatan di wilayahnya.
“Mereka belajar langsung tentang perkembangan koperasi dan UMKM di Lamongan. Kita perkenalkan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner, batik, hingga kerajinan. Mereka sangat antusias bertanya dan melihat proses pembuatannya,” ujar Yuhronur.
Yuhronur menjelaskan, meski Harkopnas jatuh pada 12 Juli, puncak perayaan baru dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya sebagai Pembina Koperasi Terbaik Jawa Timur.
Ia juga menegaskan bahwa momentum Harkopnas turut menjadi penguat komitmen Pemkab Lamongan dalam mengembangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Kami optimistis KDKMP akan berjalan sukses di Lamongan dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa,” tambahnya.
Sebagai penyelenggara, Sekolah Pascasarjana UNAIR melihat momentum ini jauh melampaui batas-batas kegiatan akademik konvensional.
Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Suparto Wijoyo, menegaskan bahwa pemilihan Lamongan sebagai lokasi penyelenggaraan The 6th Summer School bukan tanpa alasan. Kabupaten ini dinilai memiliki rekam jejak teladan dalam hal kepemimpinan daerah serta keberhasilan memajukan gerakan koperasi dan UMKM.
Dari fun walk hingga panggung global
Rangkaian acara diawali dengan Jalan Sore Fun Walk yang diikuti oleh ribuan insan koperasi se-Kabupaten Lamongan bersama ratusan peserta Summer School UNAIR. Rute jalan santai ini dimulai dari depan Pendopo Lokatantra dan berakhir di Alun-alun Lamongan.
Suasana peringatan makin semarak dengan hadirnya puluhan stan UMKM dan gerakan koperasi yang menampilkan beragam produk unggulan Lamongan.
Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menerangkan bahwa sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas pelaku usaha dan gerakan koperasi terlibat untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif secara langsung kepada peserta internasional.
“Mereka tidak hanya melihat produk jadi, tetapi juga menyaksikan demonstrasi pembuatan batik, tenun, hingga produk makanan. Ini menjadi kesempatan memperkenalkan potensi UMKM Lamongan ke dunia internasional,” terang Anang.
Di lokasi yang sama, masyarakat juga dapat memanfaatkan program Pasar Murah dengan komoditas terjangkau; seperti beras premium, beras SPHP, Minyakita, gula pasir, telur, hingga mi instan; sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi.
Bagi Sekolah Pascasarjana UNAIR, pelibatan mahasiswa internasional dalam agenda kerakyatan lokal ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Melalui The 6th Summer School, kearifan lokal Indonesia tidak hanya diperkenalkan ke panggung dunia, tetapi juga menjadi inspirasi global dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dari akar rumput.
Pewarta: Mutia Arifin
Penyunting: Muhammad Nashir

