Suaramuslim.net – Dalam dunia profesional dan korporat, kita sangat akrab dengan istilah upgrade skill, continuous improvement, hingga pencapaian KPI (Key Performance Indicator).
Kita didorong untuk selalu menjadi versi terbaik dari diri kita secara profesional. Namun, sejatinya perbaikan diri tidak boleh berhenti pada aspek duniawi semata.
Manusia seutuhnya; terlebih seorang muslim; harus memastikan bahwa kualitas keimanan, spiritualitas, dan kedekatannya dengan Sang Pencipta juga terus meningkat setiap harinya.
Berlomba dengan diri sendiri berarti menolak untuk stagnan. Jika kemarin kita belum fasih membaca firman-Nya, maka hari ini adalah momen untuk belajar. Jika kemarin kita sibuk mengejar target pekerjaan hingga melupakan asupan ruhani, maka hari ini adalah waktunya menyeimbangkan diri.
Karena kemenangan sejati seorang manusia bukan hanya diukur dari seberapa tinggi kariernya melesat, melainkan dari seberapa baik ia di hadapan Tuhannya dibandingkan hari kemarin.
Semangat perbaikan diri inilah yang tampak nyata pada Selasa pagi (8/9/2026). Suasana di Gedung BSI Regional XII (Surabaya, Bali & Nusa Tenggara) yang berlokasi di Jl. Jemur Andayani, Wonocolo, Surabaya, mendadak ramai.
Tepat sebelum jam operasional kerja dimulai, yakni pukul 07.00 – 08.00 WIB, digelar placement test (tes penempatan) membaca Al-Qur’an.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para staf. Jajaran pimpinan di lantai 2 kantor tersebut turut antusias mengikuti jalannya program.
Bapak Muhammad Arif Gunawan selaku Distribution Project Leader (RCEO) – RO Surabaya XII Bank Syariah Indonesia, beserta para deputi, tidak mau ketinggalan.
Tercatat ada 8 pimpinan dan 19 staf yang hadir mengawali langkah mulia ini. Sebuah teladan yang sangat baik untuk menciptakan lingkungan kerja yang berkah.
Berangkat dari semangat untuk memfasilitasi perbaikan diri di tengah padatnya ritme kerja, Griya Al Qur’an Surabaya sebagai pelopor ngaji dewasa menghadirkan Program Belajar Al-Qur’an Sistematis (PRAQTIS).
Sebagai unit layanan “jemput bola” di bawah Direktorat Enterprise Community Services (ECS), PRAQTIS membawa pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih dekat, langsung ke ruang-ruang kerja para karyawan untuk mengimbangi ikhtiar duniawi mereka.
Ustadz Falah Burhani, Head of ECS Griya Al Qur’an, menjelaskan perjalanan hadirnya program ini di lingkungan BSI.
“Sebelumnya, program PRAQTIS ini kami perkenalkan melalui Deputi Islamic Ecosystem BSI, lalu disampaikan kepada Bapak M. Arif Gunawan selaku Regional Chief Executive Officer. Alhamdulillah, program ini disambut dengan sangat baik hingga akhirnya kita bisa memulai gelaran placement test pagi ini,” tuturnya.
Keunikan budaya dan karakter lingkungan kerja turut mewarnai semangat belajar ini. Bapak Muhammad Arif Gunawan sempat membagikan cerita menariknya.
“Di tempat kerja saya sebelumnya (di Aceh), bagi karyawan yang ingin mengajukan cuti, mereka harus menyetorkan hafalan Al-Qur’annya terlebih dahulu,” ujarnya yang langsung disambut senyum hangat para peserta.

Kini, keluarga besar BSI RO XII Surabaya telah mengambil langkah nyata, berikhtiar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan bagian tak terpisahkan dari rutinitas kerja harian.
Ini adalah sebuah pencapaian yang mungkin tidak dapat diukur sekadar melalui catatan KPI semata, namun insyaallah akan membentuk kebiasaan luar biasa: lahirnya kultur budaya Qur’ani di tempat kerja.
Yuk, ikuti jejak mereka! Hadirkan keseimbangan dunia dan akhirat di lingkungan kerja Anda. Undang Program Belajar Al-Qur’an Sistematis (PRAQTIS) Griya Al Qur’an ke instansi/perusahaan Anda sekarang juga!

