Angin kencang di pergantian musim, pakar ITS ingatkan risiko pohon tumbang

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Memasuki periode pancaroba menuju musim hujan, potensi angin kencang perlu diantisipasi dengan memeriksa kondisi pohon di kawasan perkotaan.

Pakar mitigasi bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo mendorong pemerintah dan masyarakat lebih proaktif memantau kondisi pohon yang berada di sekitar area aktivitas manusia.

Pakar dari Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut menjelaskan, pohon perkotaan yang berada di pinggir jalan, taman, perkantoran, hingga sekolah memiliki risiko tumbang ketika diterpa angin kencang. Terlebih, pohon tersebut umumnya sengaja ditanam pada ruang tumbuh yang terbatas dan berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

Menurut Amien, kondisi pohon perkotaan perlu mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala layaknya bangunan.

Hal tersebut penting karena pohon tumbang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian material, hingga korban jiwa.

“Pemeriksaan pohon perlu dilakukan mulai sekarang sebelum angin kencang menumbangkannya,” ujarnya mengingatkan.

Amien menerangkan, tumbangnya pohon perkotaan merupakan kombinasi sejumlah faktor, mulai dari kondisi akar, kualitas tanah, kesehatan pohon, hingga intervensi manusia.

Sistem akar sebagai penopang pohon dapat terganggu akibat keterbatasan lahan serta permukaan tanah yang tertutup aspal, beton, atau paving block.

Selain itu, lanjut Amien, pekerjaan utilitas bawah tanah seperti pemasangan kabel, pipa air, dan drainase berpotensi memotong akar penopang utama.

Kondisi drainase yang buruk juga dapat menyebabkan genangan berkepanjangan yang memicu pembusukan akar akibat adanya infeksi jamur.

Faktor lainnya berasal dari kondisi tanah perkotaan yang mengalami pemadatan akibat aktivitas kendaraan dan pejalan kaki. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah, sehingga menghambat masuknya oksigen dan air.

“Akibatnya, pertumbuhan akar dapat menjadi dangkal dan mengurangi daya cengkeram pohon terhadap tanah,” ungkap Amien.

Ia menambahkan, pemeriksaan juga perlu memperhatikan kesehatan serta struktur batang dan cabang.

Batang yang keropos akibat pelapukan, serangan rayap, atau infeksi jamur dapat mengalami penurunan kekuatan. Luka akibat benturan kendaraan dan pengerjaan proyek juga dapat menjadi pintu masuk mikroorganisme perusak kayu.

Mengingat jumlah pohon di perkotaan yang banyak, Amien menyampaikan pesan kepada masyarakat luas.

“Masyarakat harus aktif melaporkan pohon yang dinilai membahayakan di sekitar tempat tinggalnya, sedangkan pemerintah perlu menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Langkah peringatan kewaspadaan untuk mitigasi bencana ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, poin ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim, serta poin ke-15 terkait Ekosistem Daratan.

Pewarta: Uki Syafitri
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.