Bangkitkan semangat hidup dengan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah

Tadabbur Ayat Yaa Ayyuhannaas Surat An Nisa Ayat 174-175

Suaramuslim.net – Hidup itu pasti menghadapi masalah, dan justru semakin bermasalah saat menyikapi masalah hidup dengan tidak semangat.

Banyak cara untuk mendapatkan energi semangat dalam menghadapi masalah kehidupan di antaranya melalui semangat motivasi dua ayat terakhir surat Al Baqarah ayat 285-286.

Allah berfirman;

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

(Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Membangun energi semangat dari Al-Baqarah ayat 285-286

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud disebutkan bahwa dua ayat ini sudah diinfokan Allah ketika Nabi Muhammad berada di Sidratul Muntaha.

“Ketika Rasullullah Shallallahu’alaihi Wasallam diperjalankan hingga ke Sidaratul Muntaha, yaitu di langit ke enam. Di sanalah terhenti segala sesuatu yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan di sana pula terhenti segala sesuatu yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana. “Ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya” (QS. An Najm: 16). Ibnu Mas’ud mengatakan: “yaitu tempat tidur yang terbuat dari emas”. Beliau lalu mengatakan: Lalu Rasulullah diberikan tiga hal di sana: diberikan perintah shalat lima waktu, diberikan ayat-ayat terakhir surat Al Baqarah, dan diampuni orang-orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun dari umatnya walaupun ia berbuat dosa besar” (Terjemah hadis riwayat Muslim No. 173).

Dua ayat terakhir Al-Baqarah ini sangat terkait dengan ayat sebelumnya yaitu ayat 284;

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۝٢٨٤

Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Ketika ayat itu turun, para sahabat Nabi merasa berat dengan tuntutan dari isi ayat itu. Yaitu hisab amalan diberlakukan tidak hanya amalan yang nampak dikerjakan (fisik) namun hisab juga berlaku kepada amalan hati yang secara fisik tidak nampak aktifitasnya.

Setelah sahabat ditegur Nabi Muhammad agar taat dan patuh, maka Allah menurunkan ayat 285-286. Di ayat 286 itu Allah tidak memberi beban hukum untuk dihisab (diperhitungkan) kecuali yang nampak dikerjakan bukan yang tersembunyi di hati. (Lihat Tafsir Al Munir jilid 2 hlm. 139, Wahbah Az Zuhaili).

Keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah

a. Siapa yang membaca dua ayat ini di malam hari maka Allah akan ‘mencukupinya’

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Makna kafatahu/mencukupinya memiliki banyak pengertian.

Ulama berbeda pendapat pada makna كفتاه apakah maknanya mencukupkan pembacanya dari keburukan, ataukah dari azab yang akan menimpa, ataukah dari bisikan dan besitan setan di tengah tidurnya. Juga dikatakan dalam pendapat yang lain: maknanya adalah mencukupkan bagi pembacanya menunaikan qiyam lail, atau mencukupkan dari mengamalkan ketaatan karena hal tersebut termasuk ketaatan yang paling agung, ada pula yang mengatakan bahwa pahala dari bacaan dua ayat ini mencukupinya dalam hal ganjaran. (Syarah Shahih Muslim oleh Abu al-Asybal Hasan al-Zuhairy, juz 49 hlm. 14).

Dua ayat itu mencukupi yang membacanya dari kegelisahan, dari kemiskinan, dari kegaduhan keluarga, dari musibah dan lainnya.

b. Sebaiknya dibaca sebelum tidur di malam hari sebagaimana riwayat dari Mardawih dari Ali

“Tidak ada seorang yang memahami Islam yang tidur sebelum ia membaca ayat kursi dan penutup surat Al-Baqarah karena penutup surat Al-Baqarah termasuk gudang harta yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad dari bawah Arsy” (Wahbah 2/144).

c. Dua ayat itu adalah cahaya dari dua cahaya yang hanya diberikan kepada Nabi Muhammad

Dan bahkan membacanya setiap huruf akan diberikan dari setiap huruf yang dibaca itu hajat atau keinginannya.

“Ketika malaikat Jibril sedang berada bersama Rasulullah tiba-tiba ia mendengar dari atas suara seperti suara pintu ketika dibuka, lalu ia melihat ke atas dan berkata ; ‘itu adalah pintu dari langit yang pada hari ini dibuka yang sebelumnya tidak pernah dibuka kecuali pada hari ini saja’.

Lalu ada seorang malaikat turun ke bumi melalui pintu tersebut, kemudian malaikat Jibril berkata; ‘itu adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, ia tidak pernah turun kecuali hari ini.’

Lalu malaikat tersebut mengucapkan salam dan berkata kepada Rasulullah, ‘bergembiralah kamu karena dikaruniai dua cahaya yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelum kamu. Dua cahaya tersebut adalah surat Al-Fatihah dan penutup surat Al-Baqarah. Kamu tidak membaca satu huruf pun dari keduanya tersebut kecuali huruf itu akan dikaruniakan kepadamu sesuai hajatmu.” (Terjemah hadis riwayat Muslim).

So… Dua ayat itu kalau dibaca akan menjadi ringan di jiwa dalam menghadapi masalah hidup karena dibantu Allah.

d. Ada sebuah riwayat dari Imam Muslim dari Ibnu Abbas, ‘Saat turun ayat-ayat kemudian Nabi membacanya, Allah berkata kepada Nabi Muhammad, setiap selesai membaca doa dari ayat ini, dengan kalimat “فعلت” / ‘Aku kabulkan’. (Lihat Tafsir Al Munir, Wahbah Az-Zuhaily jilid 2 hlm. 143).

MasyaAllah! Tambah semangat ini bagi jiwa-jiwa yang ‘gegana’ (gelisah galau merana).

Ketika Nabi Muhammad selesai membaca pada kalimat yang merupakan sebuah doa;

Pertama;

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.

Maka dijawab sama Allah “Aku kabulkan”.

Kedua;
Dan ketika selesai membaca kalimat;

رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا

Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Maka dijawab Allah “Aku kabulkan”.

Ketiga;
Dan ketika selesai membaca kalimat;

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ

Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Allah menjawabnya dengan “Aku kabulkan”.

Keempat;
Dan ketika selesai membaca kalimat;

وَاعْفُ عَنَّا

Beri maaflah kami.

Maka Allah menjawabnya dengan “Aku kabulkan”.

Kelima;
Maka ketika membaca;

وَاغْفِرْ لَنَا

Ampunilah kami.

Dijawab-Nya; “Aku kabulkan”.

Keenam;
Ketika membaca;

وَارْحَمْنَا

Rahmatilah kami.

Dijawab Allah dengan; “Aku kabulkan”.

Ketujuh;
Dan ketika membaca;

أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

Maka dijawab dengan; “Aku Kabulkan”.

Tips semangat hidup semakin membara ketika Allah selalu bersama kita dalam semua urusan yang kita hadapi

1. Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah di setiap malam sebelum tidur.

2. Resapi makna ayat-ayat itu agar lebih merasuk ke jiwa supaya semakin semangat menghadapi masalah hidup yang berat.

3. Tetap yakin dan beriman dengan kuasa Allah bahwa Allah tidak akan memberikan beban musibah yang sangat berat jika dihadapi dengan kesabaran. Allah pun akan mengabulkan doa sesuai keyakinan kita. Wallahu A’lam.

M Junaidi Sahal
Disampaikan di Radio Suara Muslim Surabaya
5 Februari 2026/17 Syaban 1447

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.