GARUT (Suaramuslim.net) – Dalam rangkaian Capacity Building Media Jawa Timur, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bersama insan pers melakukan studi lapangan ke Eptilu Farm Indonesia di Garut, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai praktik agribisnis hortikultura yang terintegrasi dengan konsep wisata edukatif.
Founder Eptilu, Rizal Fahreza, menjelaskan bahwa usaha yang dirintis sejak 2014 tersebut berangkat dari gagasan membangun pertanian modern yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada penciptaan pengalaman dan nilai tambah bagi konsumen.
Mengusung konsep “fresh from farm”, Eptilu menghadirkan pengalaman memetik jeruk di kebun seluas 1,2 hektare di Kupajajar, Desa Mekarsari, sekaligus menawarkan kuliner khas berbasis komoditas lokal.
Tingginya animo pengunjung; mencapai ratusan orang per hari saat akhir pekan; menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Keberhasilan tersebut turut mengantarkan Rizal meraih pengakuan di tingkat regional sebagai Duta Indonesia pada ajang The First ASEAN Youth Social Entrepreneur Award 2017.
Selain komoditas jeruk, Eptilu melalui komunitas dan koperasinya turut mengembangkan cabai serta tomat sebagai bagian dari diversifikasi hortikultura.
Koperasi Eptilu berperan tidak hanya sebagai agregator produksi, melainkan juga sebagai penggerak ekonomi berbasis kemitraan yang berkelanjutan.
Pendekatan tersebut mencakup pembinaan budidaya, penguatan tata kelola usaha, perluasan jaringan pemasaran, serta pengembangan agrowisata sebagai sumber nilai tambah bagi petani mitra.
Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah BI Jatim, Yono Hariyono, menyampaikan bahwa pola inovatif Eptilu dapat menjadi inspirasi bagi penguatan hortikultura di Jawa Timur.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara otoritas, pelaku usaha, dan media dalam menyebarluaskan praktik yang terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga. Hasil pembelajaran ini diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan sesuai karakteristik wilayah di Jawa Timur.
Pewarta: Elsa Khairunnisa
Editor: Muhammad Nashir

