Bersedekah Meski Sedikit

103
Foto: inet

(Suaramuslim.net) (berzakat.id) – Allah Swt. Maha Pemurah. Memberikan kepada hamba-Nya tanpa mengharap apa-apa dari hamba. Dia tidak pernah minta kembalian. Baik itu pujian ataupun amalan. Allah Swt. tetap saja Maha segalanya.

“Bersedekahlah meski hanya dengan sebutir kurma,” sabda Rasulullah saw. Jika diperluas, bersedekahlah meski dengan sebutir beras. Atau bersedekahlah meski dengan sebatang kayu.

-Advertisement-

Sedekah dengan angka satu. Bisa bermakna macam-macam. Ada yang memaknai sedekah yang pertama. Bisa juga sedekah dengan nilai yang remeh. Bisa juga dengan nilai yang teranggap besar.

Pertama, sedekah yang teranggap dengan nilai besar. Ada kisah menarik dari Ali bin Abi Thalib. Saat itu istrinya, Fatimah sedang menginginkan buah delima. Ali -meskipun menantu Rasulullah- bukan berarti berduit. Dia harus pinjam uang untuk membeli buah delima tersebut.

Sesampai di pasar, Ali membeli buah delima. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, Ali melihat orang yang sudah tua tergeletak dan sedang sakit.

“Hai orang tua, apa yang engkau inginkan?”tanya Ali dengan wajah penuh perhatian.

“Wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit di tempat ini. Banyak orang yang lalu lalang, namun tak ada satu pun yang mau peduli. Padahal aku ingin sekali makan buah delima,”cerita orang tua yang sedang sakit tersebut.

Mendengar hal itu Ali terdiam sebentar sambil berkata dalam hati.

“Buah delima yang kubeli hanya satu dan untuk istriku. Kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fatimah akan sedih. Namun jika tidak aku berikan, berarti aku tidak menepati ayat, ‘Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya’ (QS. Ad Dhuha 10),” bisik hatinya.

Kondisi Ali ketika itu cukup berat baginya dan lebih-lebih bagi kita. Kita sebagai umat akhir zaman ini. Bersedekah meski sedikit memerlukan perjuangan dan kesabaran.

Kedua, sedekah dengan sebutir yang dalam bilangan angka satu. “Se” menunjukkan angka satu. Berarti buah nyata dari niatan. Yang bisa dirasakan awal yang paling kecil dari mereka yang menerima sedekah.

Sebuah langkah seribu dari langkah pertama. Sedekah miliaran rupiah dimulai dari sedekah satu rupiah. Maka penekanan dari Rasulullah saw. dengan hadits di atas untuk meng”biasa”kan sedekah. Memudahkan untuk bersedekah. Dan tidak merasa seperti ditagih utang.

Selepas orang bisa bersedekah dengan sebutir maka dia merasa nyaman. Dan kecenderungan untuk bersedekah lebih lanjut. Harapannya sedekah yang lanjutan ini dari nominal akan lebih besar. Kemanfaatannya bisa lebih menyebar.

Ketiga, yang menganggap angka satu merupakan jumlah remeh. Dia sejak awal menganggap hal itu gampang. Orang model ini jika di awal selalu merasa mudah. Semangatnya seperti hangat-hangat tahi ayam.

Sedekah seribu pertama atau sejuta pertama begitu mudah. Namun selanjutnya, tidak ada gairah lagi. Sebenarnya, angka satu bagi orang model ini di angka kedua. Saat-saat semangat mulai turun untuk bersedekah.

Memberi apapun mau yang pertama, kedua, ketiga tidak begitu penting. Yang terpenting ada nilai ketulusan dan konsistensi. Bersedekah tidak saja menyehatkan orang yang menerima, namun bisa menyehatkan bagi yang memberi.

Melewati sedekah di angka satu. Semoga kesehatan lahir batin di angka-angka selanjutnya.
Salurkan sedekah Anda ke berzakat.id

Oleh Muslih Marju

Penulis adalah pengajar di SD Inovatif Aisyiyah Kedungwaru dan anggota LSBO PDM Tulungagung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.