Kesehatan mental anak dan remaja di era tekanan sosial

Suaramuslim.net – Dunia saat ini sangat riuh. Informasi membanjir terutama di dunia maya. Saat ini, anak-anak kita tumbuh di dunia yang jauh berbeda dari masa kecil kita dulu. Jika dulu tekanan datang dari nilai di rapor, hari ini tekanan banyak hadir di layar genggaman.

Lewat media sosial, anak dan remaja terus membandingkan hidupnya dengan potongan kehidupan orang lain. Yah, hanya sebatas potongan peristiwa yang sudah di edit, difilter dan ditampilkan untuk dilihat, divalidasi dan dikagumi.

Nilai harus tinggi. Penampilan harus sempurna. Prestasi harus terlihat. Hidup harus tampak bahagia. Padahal, yang terlihat di media sosial seringkali hanya sisi terbaik, bukan cerita utuh.

Keberhasilan orang lain yang berulangkali dilihat oleh anak dan remaja kita di media sosial, membuat sebagian anak merasa tertinggal, gagal dan tidak punya harapan.

Tekanan body image juga membuat remaja merasa tidak cukup baik. Membandingkan hidup yang tanpa disadari dilakukan terus-menerus, pelan-pelan menggerus rasa percaya diri. Sayangnya, banyak anak memilih diam, bukan karena tidak ingin bercerita, tetapi karena takut tidak dipahami. Takut dianggap lemah. Takut dibilang kurang bersyukur.

Saatnya kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: sudahkah anak-anak kita memiliki ruang aman untuk bercerita? Ruang di mana mereka boleh berkata, “Aku capek.” “Aku sedih.” “Aku tidak baik-baik saja.”

Tanpa dihakimi, tanpa dibandingkan, tanpa buru-buru dinasihati. Karena terkadang, mereka lebih membutuhkan didengar, dipahami, daripada dinasihati.

Kesehatan mental bukan soal anak kurang iman, bukan pula soal anak manja. Ia sama nyatanya dengan kesehatan fisik. Jika anak demam, kita sigap mencari obat. Jika anak terluka, kita membersihkan dan membalutnya. Maka ketika anak terluka secara emosional, ia pun butuh perhatian, pendampingan, dan pemahaman.

Sekolah dan keluarga memegang peran yang sama penting. Sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi, tetapi juga ruang aman bagi anak untuk bertumbuh secara utuh.

Sekolah yang peduli kesehatan mental memberi ruang bagi anak untuk berani berbicara, mengajarkan empati, dan menumbuhkan rasa bahwa mereka tidak sendirian. Karena anak yang merasa aman secara emosional akan lebih siap belajar, lebih percaya diri, dan lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

Bagi kita para orang tua, menjaga kesehatan mental anak dan remaja, bukan pilihan tambahan, tetapi kebutuhan utama. Sehat mental sama pentingnya dengan sehat fisik. Mari kita ciptakan rumah dan sekolah yang menjadi tempat pulang bagi hati anak-anak kita.

Dipersembahkan oleh: Pondok Pesantren Al Fattah – Menyiapkan Generasi Cerdas, Berakhlak, dan Berwawasan Global.

Dibuka! Pendaftaran SPMB tahun ajaran 2026-2027.

Pilihan program untuk jenjang SMP dan SMA, dirancang khusus untuk mengembangkan potensi terbaik siswa.

Hubungi 0812-2953-1805 untuk SMP dan 0812-2953-1801 untuk SMA. Cek Instagram  @alfattah_gibs_Sidoarjo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.