Kisah Muhammad Ghazali dan Peminum Khomr

Aku berkata kepada seseorang yang terbiasa minum khomer (minuman yang memabukkan) : “Kenapa kamu tidak bertobat kepada Allah?”

Dia melihat kepadaku dengan hati yang nampak pilu, air matanya meleleh, dia berkata: “berdoalah kepada Allah untuk-ku”

Aku merenungkan keadaannya kemudian hatiku menjadi lembut, diliputi kasih sayang.

Sesungguhnya tangisannya mempunyai banyak makna, (1) perasaan menyesal selama ini dia telah teledor dalam menjalankan perintah Allah, (2) kesedihan karena tidak mentaati perintah Allah, dan (3) keinginannya untuk memperbaiki diri,

Ketiga hal ini, membuat saya yakin bahwa dia adalah orang beriman  sekaligus juga yakin kepada Allah, sedang saat ini dia sedang menghadapi cobaan. Dia mencari ampunan Allah, dan dia minta tolong padaku untuk mendekatkannya kepada ampunan itu.

Aku berkata pada diriku sendiri: “bisa saja keadaanku sama dengan keadaan dia, bahkan bisa lebih buruk.”

Memang benar bahwa dalam hidup, aku tidak pernah mencicipi sedikitpun khomr. Wajar saja, lingkungan yang aku hidup di dalamnya tidak mengenal khomr, tetapi diriku bisa saja merasakan “khamr” atau “mabuk” lalai. Yang membuatku sering melupakan Allah, dan menjadikanku lupa hak-hak Allah.

Jika dia menangis karena keterbatasan dan kecerobohannya, maka aku dan orang-orang yang semisalku tidak menangis karena keterbatasan dan kecerobohan kami, kami adalah orang yang tertipu. Menipu diri kami sendiri.

Sambil memandang wajah laki-laki yang minta didoakan supaya terbebas dari minuman keras tadi, aku berkata, mari kita berdoa bersama untuk diri kita

 

Rabbana dholamnaa angggfusanaa waillam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khosiriin. (al-a’raaf: 23)

 “ Tuhan, kami telah mendzalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, maka kami termasuk orang-orang yang rugi”.

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan
Bagikan