Jaringan Mahasiswa Indonesia Desak KPK Proses Puan Maharani dan Pramono Anung
Massa Demonstrasi Jaringan Mahasiswa Indonesia membentangkan spanduk pernyataan sikap di depan gedung KPK (Foto: Suaramuslim/istimewa)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Sekelompok orang yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (27/3). Mereka menuntut agar KPK sesegera mungkin menangkap dua politisi PDIP Puan Maharani dan Pramono Anung yang disebut Setya Novanto menerima uang korupsi mega proyek E-KTP.

“Terkait mega skandal di atas, aparat penegak hukum, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh “main mata” apa lagi “deal” dengan kekuasaan maupun partai tertentu” ujar Budi yang merupakan Korlap Aksi dalam rilisnya yang diterima Suaramuslim.net Rabu (27/3).

“Mendesak KPK untuk tangkap dan adili Puan Maharani dan Pramono Anung yang terindikasi menerima anggaran proyek e-KTP, masing-masing sebesar USD 500 ribu dari orang kepercayaan Setya Novanto yaitu Made Oka Masagung dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong”. Tegas Jaringan Mahasiswa Indonesia dalam pernyataan sikapnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada hari Kamis (22/3/2018) Setya Novanto menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung masing-masing menerima USD 500 ribu uang korupsi E-KTP. Uang tersebut diberikan oleh orang kepercayaan Setnov yaitu Made Oka Masagung dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selain itu Jaringan mahasiswa Indonesia meminta KPK agar berani jujur dan transparan dalam menuntaskan kasus e-KTP. Mereka juga meminta Presiden Jokowi untuk mencopot Pramono Anung dari jabatan Sekretaris Negara karena dianggap tidak berintegritas.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyerukan untuk menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam pusaran korupsi E-KTP.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir