Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Senja mulai menyapa. Sore ini tak seperti biasanya saya menikmati suasana Jogja di Malioboro ataupun di Alun-alun lor. Kali ini saya akan menuju ke sebuah tempat dimana saya bisa berteman sepi dan bercengkrama dengan senja. Berjarak tiga kilometer dari tempat menginap saya, saya blusukan memasuki gang-gang kecil di daerah Jalan Taman Siswa Yogyakarta. Ya, bagi saya menyusuri Yogyakarta pada sore hari memiliki kenikmatan tersendiri.

Menyusuri jalan setapak seorang diri, sampai saya menemukan kedai kopi sederhana. Saya memesan secangkir kopi. Duduk di lantai dua dengan pemandangan sawah dan bertaburan suasana senja. Romantis.

Jogja memang seperti memiliki daya magis yang akrab dikaitkan dengan ikatan batin. Siapa pun kamu, rasanya pasti ingin kembali lagi ke Jogja, meski sekalipun kamu belum pernah ke kota istimewa ini. Saya adalah pecinta kopi dan penikmat suasana sunyi.

Bagi saya kopi dan senja adalah perpaduan yang sempurna. Tak ada yang lebih nikmat dari kegiatan menyesap kopi sambil melihat matahari terbenam. Langit dan senja bisa menenangkan pikiran, sementara segelas kopi mampu menentramkan jiwa. Kombinasi yang amat mampu menciptakan kesyahduan suasana. Bahkan tak jarang, kopi dan senja sanggup menjadi pemantik inspirasi untuk berkarya.

Oh iya, kopi sendiri adalah jenis minuman seduh yang sudah dikenal sejak zaman dulu. Dulu, kopi biasanya menjadi minuman wajib bagi para orang tua kita, kini kopi juga sudah menjadi minuman favorit kaum muda. Saat ini, banyak kita temui kafe–kafe yang menjadi tempat nongkrong kaum muda, dengan menu andalan coffee. Kedai kopi ini sepertinya berlomba untuk menawarkan cita rasa kopi khas Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kopi yang terkenal diantaranya kopi Gayo, kopi Mandailing, kopi Lampung, kopi Kintamani dan kopi Jawa.

Menjamurnya kedai kopi di beberapa wilayah kota besar di Indonesia, bisa jadi mengindikasikan bahwa keberadaan kopi di Indonesia kini tengah populer. Hal ini berawal dari meningkatnya industri pengolahan kopi di nusantara. Semakin meningkatnya industri kopi, hingga membuat kopi sendiri menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar orang saat ini. jika kopi Indonesia berhasil populer hingga mancanegara, tentu Indonesia akan lebih dikenal di mata dunia.

Banyak yang mengatakan bahwa kegiatan ngopi di Indonesia mulai menjadi tren saat munculnya film karya anak bangsa “Filosofi Kopi” tahun 2014 padahal, kebiasaan ngopi di Indonesia sudah bukan lagi hal baru. Bahkan kopi sendiri sering dijadikan sebagai simbol kerukunan. Dulu memang “ngopi” sering dikatakan sebagai kegiatannya orang tua. Tapi saat ini dengan banyaknya bisnis kafe-kafe kekinian, akhirnya kegiatan minum kopi pun menjadi hal yang banyak dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, dari remaja hingga dewasa.

Seperti halnya kopi kenangan yang kekinian. Kopi yang di setiap gelasnya bertuliskan aneka kata-kata tentang perasaan. Kreatifitas para barista inilah yang mampu membuat kopi kenangan kekinian semakin menjamur di masyarakat. Perpaduan cita rasa kopi susu yang dibuat oleh barista menjadi satu cangkir kopi dapat membuat pengunjung  penuh dengan kepuasan dan kenikmatan ketika meminumnya.

Ada yang bilang membuat dan mencampurkan adukkan kopi sebagai bentuk penyaluran idealisme. Hhmmm… boleh juga. Apapun itu kopi tetaplah kopi. Kalau kata Ustaz Salim A Fillah, Kopi adalah sahabat ahli taat dan ahli ilmu, menegak punggung beribadah, menyangga mata dalam daras dan bahas.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.