Menuju pusat ekonomi syariah dunia: Bank Indonesia perkuat langkah, potensi sangat besar

SOLO (Suaramuslim.net) – Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) perlu terus dimutakhirkan agar selaras dengan kebijakan utama bank sentral sekaligus mendukung cita-cita Indonesia menjadi pusat eksyar dunia, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029.

Pandangan tersebut disampaikan Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Yono Haryono, saat membuka Capacity Building bertema Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Solo, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia kini berada di posisi keempat dunia dalam pengembangan eksyar, di belakang Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Capaian itu ditopang kuatnya sektor modest fashion dan makanan halal.

Namun, sektor farmasi dan kosmetik halal turun dari peringkat kedua ke keempat, sedangkan wisata ramah muslim melorot dari peringkat kedua ke keenam.

Menurut Yono, peluang pengembangan eksyar masih terbuka lebar mengingat besarnya pasar global.

Dengan populasi muslim sekitar 1,9 miliar jiwa, belanja konsumen di sektor ekonomi syariah pada 2024 diperkirakan menembus 2,60 triliun dolar AS, sementara aset keuangan syariah dunia berada di kisaran 9,72 triliun dolar AS.

Untuk menjawab peluang tersebut, BI akan menajamkan tujuan dan sasaran kebijakan serta memperkuat instrumen kebijakan eksyar, termasuk dengan memanfaatkan perkembangan transformasi digital agar target yang ditetapkan lebih mudah dicapai.

Yono juga mengakui masih ada sejumlah tantangan, mulai dari pembiayaan syariah di sektor unggulan yang belum maksimal, keterbatasan kompetensi dan tata kelola pelaku keuangan sosial syariah, minimnya inovasi produk, hingga struktur perbankan syariah yang masih terkotak-kotak.

Sebagai strategi, BI mendorong terbentuknya ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing guna menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI juga akan memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah, mengoptimalkan pembiayaan syariah, serta memperkuat model bisnis, instrumen, dan digitalisasi keuangan sosial syariah.

Pewarta: Elsa Khairunnisa
Penyunting: Muhammad Nashir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.