PA 212: Rezim Sekarang Sangat Memusuhi Islam

PA 212: Rezim Sekarang Sangat Memusuhi Islam

PA 212: Rezim Sekarang Sangat Memusuhi Islam
Wakil Ketua PA 212 Asep Saripuddin dalam diskusi publik bertajuk "Mas Depan Umat Pasca Pemilu" Kamis, 18 Juli 2019 di Gesong Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat (Foto: SMNET/Ali Hasibuan)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Persaudaraan Alumni 212 menyayangkan pertemuan Prabowo dan Jokowi yang diduga kuat adanya bagi-bagi kue. Lantaran menurut Wakil Ketua Umum PA 212 Ustaz Asep Saripuddin rezim Joko Widodo sangat memusuhi Islam.

“Rezim sekarang itu sangat memusuhi Islam, ini clear. Rezim sekarang itu sangat mengkriminalisasi ulama dan aktivis Islam. Rezim sekarang itu anti dengan nilai-nilai Islam dan cenderung jadi jongos asing dan aseng,” katanya dalam diskusi yang bertajuk “Masa Depan Umat Pasca Pemilu” Kamis (18/7) di Aula DHN Gedong Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Jokowi dan Prabowo bertemu di stasiun MRT Lebak Bulus pada 13 Juli 21019.

Pertemuan Lebak Bulus ini menjadi yang pertama kali sejak keduanya terakhir bersua pada Debat Pilpres putaran terakhir pada Sabtu, 13 April 2019. Setelah bertemu, Prabowo dan Jokowi melakukan konferensi pers sepakat tidak ada lagi 01 dan 02.

Menurut Asep, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Salahuddin Sandiaga Uno bukanlah capres hasil usulan ulama. Hal in menurutnya, lantaran Prabowo dan Sandiaga ditetapkan oleh sistem demokrasi yang mengharuskan dukungan pratai politik dua puluh persen (Presidential threshold).

“Perlu disampaikan bahwa Prabowo menjadi capres itu bukan atas usulan ulama, Prabowo menjadi presiden atas ketentuan undang-undang presidential threshold,” katanya.

“Maka kemudian para ulama yang tergabung dalam Ijtima Ulama I melihat ada kesamaan dengan Prabowo dalam ekonomi kerakyatan, menjaga dari intervensi asing dan aseng maka kemudian ulama menjalin komunikasi,” ungkapnya.

Dukungan ulama ini, menurut Asep lantaran para ulama harus memperjuangkan aspirasi umat.

“Maka dalam Ijtima Ulama itu ditetapkan Prabowo sebagai calon presiden dengan harapan wakilnya adalah ulama yang saat itu ada Habib Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syuro PKS,” tandasnya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment