Suaramuslim.net – Remaja Masjid memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik, mereka bukan hanya penggerak, tapi juga kader yang dapat membawa perubahan positif dalam mengisi peradaban.
Remaja Masjid dapat berperan sebagai kader dengan cara mendapatkan pendampingan dan pembinaan yang baik, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Di usia 54 tahun, Masjid Al Falah yang terletak di tengah jantung kota Surabaya, bisa dianggap sudah tergolong makmur, jamaah hidup, kegiatan dakwah dan sosial berjalan secara konsisten, dikenal luas, dan bahkan jadi rujukan banyak masjid. Tantangan saat ini bukan lagi memakmurkan masjid, tapi menyiapkan siapa yang akan melanjutkan dan menjaga kemakmuran ini 5-10–20 tahun ke depan. Jawabannya ada pada Remaja Masjid hari ini.
Saya berpandangan Remaja Masjid di manapun berada sebaiknya tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kegiatan atau panitia event. Kalau hanya itu, masjid memang ramai, tapi belum tentu sedang menyiapkan penerus. Yang kita butuhkan adalah Remaja Masjid sebagai kader, bukan sekadar penggerak.
Karena itu, Remaja Masjid bisa dibuat berjenjang. Ada Remaja Masjid Junior (SMA–awal kuliah) yang fokusnya iman, adab, dan dibiasakan cinta masjid. Ada Remaja Masjid Inti (mahasiswa–fresh graduate) yang fokus pada kepemimpinan, dakwah, dan literasi tantangan zaman. Lalu Remaja Masjid Senior yang mulai disiapkan masuk peran-peran strategis takmir, agar regenerasi berjalan alamiah dan tidak kaget.
Untuk kajian pemuda ke depan, menurut saya juga perlu benar-benar spesifik pemuda. Anak muda hari ini hidup di tengah fitnah yang berat, pornografi, krisis identitas, luka batin, kebingungan masa depan, isu kesehatan mental remaja yang semakin tidak terkendali. Mereka butuh kajian yang jujur, relevan, dan dialogis. Bukan sekadar kajian umum yang “dibikin muda”, tapi kajian yang benar-benar menjawab hidup mereka.
Soal dakwah digital, penting, tapi jangan hanya kejar viral. Yang lebih penting adalah konten yang membentuk cara pandang hidup Islami, sedikit tapi bernilai, potongan kajian yang membekas, Q&A problem nyata pemuda, dan narasi sejarah Islam yang menguatkan identitas.
Dan yang tak kalah penting, pemuda hari ini bukan cuma perlu diajak bergerak, tapi perlu didampingi. Banyak yang kelihatan aktif tapi sebenarnya kosong. Perlu pembina, figur yang bisa diajak bicara, bukan hanya diajak rapat. Karena fitnah zaman sekarang sering masuk lewat kesepian dan kebingungan.
Kalau pemuda hanya kita jadikan pelaksana, masjid akan ramai hari ini. Tapi kalau pemuda kita jadikan penerus, insyaAllah Masjid Al Falah atau masjid-masjid lain akan tetap hidup dan kuat lintas generasi.
Wallahu a’lam….
Salahuddin Hanafi

