Launching Halal Tourism di Grand City Surabaya dalam pameran Jatim Fair 2019, foto: Teguh Imami/Suaramuslim.net

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Masyarakat Jawa Timur tengah menikmati hari jadi provinsi yang ke-74 melalui serangkaian acara, di antaranya Jatim Fair 2019 di Grand City Surabaya dari 8 -11 Oktober.

Dalam miladnya kali ini, Jawa Timur mulai memperkenalkan Halal Tourism untuk mengenalkan wisata halal yang ada di Jawa Timur.

“Alhamdulillah ini baru pertama kalinya Jatim Fair mengusung konsep Halal Tourism. Dari 10 tahun acara besar Jatim Fair, baru kali pertama kita ada Halal Tourismnya, ini juga dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjabat di tahun pertamanya,” ujar Direktur PT. Debindo Mitra Tama, Muhammad Kushendarman, selaku EO Jatim Fair saat ditemui di sela peluncuran Halal Tourism di Grand City, Rabu (9/10).

Dadan, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa pihaknya akan melihat ketertarikan masyarakat dengan adanya Halal Tourism ini, bila semakin banyak yang tertarik, akan membuat acara yang lebih besar.

“Ini baru pertama kali, kita lihat kesan masyarakat, bila semakin banyak yang tertarik, kedepan kami akan membuat sendiri, acara sendiri, yang lebih besar,” terangnya.

Pantauan Suaramuslim.net, stan-stan dalam satu lingkup Halal Tourism diisi antara lain kosmetik berbahan halal, desa wisata halal, UKM binaan dengan makanan dan minuman yang bersertifikat halal dan hotel syariah.

 

Agus (Paling kiri) salah satu founder desa wisata Jambu Kediri, foto: Teguh Imami/Suaramuslim.net

Agus, salah satu founder desa wisata Jambu di Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri mengatakan bahwa desanya dikonsep syariah karena merupakan kebutuhan.

“Wisata yang kami usung ada banyak, kami selalu mengingatkan kalau waktunya salat, aktivitas kami hentikan untuk salat terlebih dahulu,” jelasnya.

Agus sendiri berharap dengan adanya Halal Tourism ini bisa mengenalkan Jawa Timur semakin bersyariah dan juga mengembangkan wisata halal.

“Ya kami berharap agar kedepan Halal Tourism dikembangkan dan lebih dimatangkan lagi,” tambahnya.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak usai mengelilingi stan di Jatim Fair, mengatakan, pameran pariwisata halal ini inklusif. Artinya, semua masyarakat bisa menikmati berbagai penawaran tempat rekreasi hingga makanan halal.

“Tentu adanya Halal Tourism ini kita membuka wisata tak hanya untuk wisatawan muslim. Tapi wisatawan muslim punya pilihan destinasi wisata, tempat-tempat yang mereka yakini kehalalannya,” kata Emil.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.