Warga Atatra, Gaza Utara menerima bantuan air bersih pada Agustus ini. (ACTNews).

GAZA (Suaramuslim.net) – Hampir seratus persen warga Gaza bergantung pada air tanah untuk memenuhi keperluan sehari-hari, termasuk air minum. Sayangnya, lebih dari 40 persen aliran limbah di Gaza tidak tertata dengan baik karena blokade Israel dan permasalahan politik. Keadaan itu membuat air tanah Gaza tercemari. International Middle East Media Center melaporkan, hanya dua persen air tanah yang mampu diminum. Itu pun tidak mampu mencukupi kehidupan penduduk Gaza.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Humanity Water Tank berikhtiar menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat Gaza dari satu wilayah ke wilayah lain. Senin (10/8), puluhan keluarga di Atatra, Gaza Utara, menerima bantuan air bersih Humanity Water Tank.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, air dibagikan kepada masyarakat pra sejahtera yang selama ini susah dalam mendapatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

“Air bersih didistribusikan ke permukiman masyarakat prasejahtera dan mereka yang menganggur. Kebutuhan air bersih ini dapat memenuhi kebutuhan keluarga selama dua pekan dan setiap keluarga mendapatkan 500 liter,” jelas Said.

Said juga menjelaskan, air berpolusi amat berdampak bagi pengonsuminya, terutama anak-anak dan lansia. Bakteri yang mencemari air bisa menyebabkan diare, demam tifoid, dan tifus.

“Sebab itu, dukungan air bersih menjadi hal yang sangat urgen bagi masyarakat Gaza. Kami berharap ikhtiar ACT didukung kedermawanan masyarakat Indonesia. Bagi publik yang ingin bersedekah, dapat langsung mengunjungi website Surabaya Indonesia Dermawan atau transfer melalui nomor rekening CIMB Niaga 800033862700 dan CIMB Niaga 860300300800 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Sedekah dari sahabat dermawan yang terus membersamai mereka menjadi penguat perjuangan,” InsyaAllah.

Reporter: Chamdika Alifa
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.