Kolak, Makanan Khas Ramadhan yang Religius

Suaramuslim.net – Siapa sangka kolak, makanan yang sering disajikan untuk santapan buka puasa itu ternyata sangat religius. Kolak bahkan diyakini punya keterkaitan dengan penyebaran agama Islam. Tulisan ini tidak hanya membahas tentang sejarah kolak, namun juga acara membuatnya.

Djamandoeloe.com merangkum sejarah makanan nikmat itu dari beberapa sumber. Kolak berasal pada saat penyebaran Islam di pulau Jawa. Untuk menyebarkan agama Islam, ulama biasa menggunakan cara yang sederhana. Kolak menjadi salah satu alat untuk menyampaikan ajaran Islam. Bagaimana bisa?

Kolak sebenarnya berasal dari kata Khalik yang berarti sang pencipta langit dan bumi. Kolak juga diartikan “Mendekatkan diri pada sang pencipta”. Bahan yang digunakan untuk membuat kolak pun bukan tanpa arti. Kolak dibuat menggunakan pisang kepok pada umumnya.

Konon  pisang kepok diplesetkan manjadi “kapok” yang artinya manusia harus kapok atau bertaubat. Begitupun dengan ubi yang sering disebut “telo pendem”, mempunyai arti ketela yang terpendam, dan maknanya manusia mengubur kesalahan yang telah dibuat.

Dulunya kolak, tidak hanya disajikan ketika bulan Ramadhan saja. Kolak disajikan mulai bulan Ruwah. Namun, saat ini berlanjut hingga Ramadhan  dan menjadi makanan populer sebagai menu berbuka puasa.

Siapa yang tidak mengenal kolak? Selain rasanya manis dan legit.  Menu ini selalu menjadi buruan banyak orang saat datangnya bulan ramadhan, seolah menjadi santapan wajib saat berbuka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kolak adalah makanan manis yang dibuat dari pisang, ubi, dan sebagainya yang  direbus menggunakan gula merah dan santan.

Resep KKP (Kolak Kurma Pisang)

Setelah mengetahui sejarah kolak, tak lengkap rasanya jika tidak mencobanya di dapur rumah anda. Di bawah ini adalah resep kolak lezat yang dapat anda coba sebagai sajian buka puasa.

Alat dan Bahan
  • 3 gelas belimbing santan
  • 1 buah pisang tanduk atau pisang kepok
  • 100 gr kurma, buang bijinya
  • 100 gr manisan kolang kaling
  • ½ sd teh garam
  • 3 sdm susu kental manis
  • 200 gr gula merah
  • Daun pandan
Cara Membuat
  1. Rebus santan dan gula merah, masukkan garam, didihkan sambil diaduk agar santan tidak pecah
  2. Masukkan daun pandan dan pisang
  3. Setelah pisang matang, masukkan kurma dan manisan kolang-kaling. Didihkan lagi kemudian angkat.
  4. Sajikan di meja A Selamat mencoba. (muf/smn)

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.
Bagikan Kebaikan Artikel ini..Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Comments

comments

Suara Muslim

Suara Muslim adalah jejaring media, menyajikan ragam materi yang mencerahkan, menyejukkan dan menyatukan secara on air, off air dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *