10 Karakteristik yang Perlu Dimiliki Peruqyah
Ilustrasi gangguan jin/setan pada manusia (Ils: Glenn Thomas/Dribbble)

Suaramuslim.net – Tidak semua orang bisa melakukan praktik pengobatan ruqyah. Meski kontennya bisa dibaca bagi yang bisa membaca tulisan Arab, namun setidaknya ada sepuluh karakteristik yang mesti dimiliki bagi orang yang meruqyah orang lain.

Rincian itu disebutkan dalam buku berjudul “al-Ruqyah al-Syar’iyyah” (2006: 114-149) karya Muhammad bin Yusuf al-Jaurany.

  • Ikhlas karena Allah

    Seorang peruqyah harus melandasi praktik ruqyahnya dengan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam dirinya ditanamkan kesadaran bahwa yang menyembuhkan hanya Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi, meruqyah bukan karena untuk mendapat uang, sanjungan, maupun popularitas melainkan sebagai perantara kesembuhan dari Allah subhanahu wa ta’ala

  • Antusias dalam belajar ilmu syar’i beserta pengamalannya

    Antusias dalam belajar ilmu bisa menguatkan iman dan hati serta mendekatkan diri kepada Allah. Dengan ilmu, peruqyah bisa membedakan antara yang haq dan batil; bermanfat dan berbahaya; dengan ilmu pula dia bisa memohon pertolangan kepada Allah untuk dipilihkan obat yang manjur.

  • Takwa dan Ibadah

    Ukuran kesuksesan seorang peruqyah adalah kedekatannya dengan Allah. Sementara kedekatan dengan Allah bisa diraih dengan ibadah dan takwa.

  • Berakhlak Luhur

    Seorang peruqyah wajib memiliki akhlak luhur sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memiliki akhlak yang agung. Di antara contoh akhlak luhur: jujur, rendah hati, santun, amanah, sabar, gampang memaafkan, supel, lembut dan sebagainya.

  • Berlatih kepada guru yang sudah mahir

    Ini poin yang sangat penting. Karena hal ini tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa bimbingan guru berpengalaman. Ruqyah bukan sekedar ilmu yang bisa dicapai dengan otodidak; tapi membutuhkan pengarahan guru. Bila tidak, maka ruqyah hanya akan berdampak negatif kepada orang lain.

  • Memproteksi diri

    Yang dimaksud dengan proteksi diri adalah berbekal dzikir. Jika dalam suatu pertempuran kita tidak memiliki senjata, lantas dengan apa kita berperang? Nah, dzikir adalah senjata bagi peruqyah untuk melawan setan.

  • Berlepas diri dari daya dan kekuatan diri sendiri

    Peruqyah tidak boleh berbangga dengan kekuatan diri sendiri. Peruqyah harus bergantung dan meminta tolong kepada Allah. Kagum berlebihan terhadap diri justru akan membuat kualitas ruqyah berkurang. Sejatinya, kekuatan, daya dan kesembuhan hanya dari Allah.

  • Berdakwah kepada Allah

    Yang tidak kalah penting, peruqyah juga dijadikan wahana untuk berdakwah kepada Allah. Di sela-sela ruqyah bisa disisipkan nilai-nilai dakwah kepada pasien agar ia bertambah dekat kepada Allah.

  • Memahami kondisi, tipu daya dan intrik setan

    Selain itu, peruqyah harus memahami ilmu tentang ihwal setan berikut tipu dayanya. Bagaimana mungkin kita akan bisa memeranginya jika buta terhadapnya? Lebih dari itu, seorang peruqyah tidak boleh gampang mendiagnosa.

  • Mendiagnosa

    Diagnosa tak boleh gegabah. Perlu mempelajari secara mendalam indikator dan gejala-gejala yang menimpa pasien. Bila sudah terdiagnosa, tidak semua yang diketahui harus disampaikan kepada pasien, karena terkadang pasien justru bertambah stres ketika diberi tahu penyakitnya.

Demikianlah sepuluh karakteristik yang mesti dimiliki oleh peruqyah agar pengobatannya bisa bermanfaat dan sesuai dengan yang syariat.

Baca Juga :  Inilah Perbedaan antara Ruqyah Sesuai Syariat dan yang Syirik

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.