Buah, roti, dan alat olahraga. Foto: hellosehat.com

Suaramuslim.net – Ramadan tahun 2020 terasa sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Momen ritual sebulan penuh yang biasa disambut dengan semarak, tahun ini akan penuh keterbatasan. Akan sangat jarang ditemui kegiatan beramai-ramai di masjid kala tarawih, buka bersama, atau barangkali sekadar ke pasar sore ngabuburit mencari santapan buka.

Pelbagai keterbatasan itu adalah bentuk keniscayaan untuk menaati protokol pandemi Covid-19 yang dikenal luas sebagai virus corona.

Covid-19 adalah penyakit yang menular melalui kontak antar manusia. Penting selalu mengikuti protokol yang telah dirilis berbagai otoritas kesehatan. Mulai dari rajin cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan orang lain, tidak beraktivitas dalam jumlah orang banyak atau kerumunan, mengenakan masker saat keluar rumah, dan menjaga kondisi tubuh, baik dengan konsumsi gizi seimbang, beraktivitas fisik, dan melakukan manajemen stress.

Konsultan kesehatan dokter Rosnah Pinontoan, mengatakan pola makan seimbang harus diterapkan agar tubuh tetap sehat selama menjalani puasa di tengah pandemi virus corona.

“Pada bulan Ramadan terjadi perubahan waktu makan, di pagi sampai sore hari dilakukan puasa. Saat bulan Ramadan yang mungkin terjadi adalah dehidrasi dan kekurangan mikronutrien,” kata Rosnah seperti diwartakan LKBN Antara.

Selain asupan makanan, ada juga beberapa aturan ibadah yang sebaiknya kita ikuti. Jangan lupa beri penjelasan pada keluarga, anak-anak khususnya untuk bisa menahan diri agar tidak tertular virus corona.

Nah, apa saja persiapan penting agar lancar berpuasa tahun ini? Simak tips di bawah ini:

1. Konsumsi makanan bergizi

Dikutip dari situs resmi World Health Organization (WHO), kita perlu mengonsumsi makanan bergizi selama Ramadan. Makanan paling bagus adalah yang segar dan tidak terlalu banyak diproses. Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup ya.

2. Perhatikan batasan fisik ketika bersedekah

Ramadan rasanya tidak lengkap tanpa berbagi dengan orang yang tidak mampu. Nah, di Ramadan tahun ini, kita masih tetap bisa berbagi kok.

Namun, perlu diperhatikan untuk tetap menjaga batasan fisik ketika bersedekah. Hindari kegiatan amal yang penuh sesak. Lalu, jika ingin membagikan makanan, lebih baik yang sudah dikemas seperti nasi kotak.

3. Meniadakan aktivitas berkumpul di masjid

WHO mengimbau agar otoritas setempat menekan semaksimal mungkin aktivitas yang melibatkan banyak orang. Disebutkan bahwa aktivitas tarawih, buka bersama, iktikaf, termasuk zakat di masjid yang memicu kerumunan orang mesti diberikan batasan tegas.

Dalam hal ini pengelola masjid, DKM, maupun pengurus musala di kampung-kampung agar memastikan orang-orang untuk beribadah di rumah. Kegiatan masjid seperti azan dan pelayanan infak dan sedekah harus dilaksanakan dengan protokol kebersihan yang ketat.

Kegiatan kajian keagamaan dapat dilakukan melalui media massa dan digital, seperti majelis zikir dan taklim lewat telekonferensi. Selain itu, aktivitas penyaluran zakat sebisa mungkin tidak dilakukan beramai-ramai.

4. Menjaga kondisi mental dan interaksi harmonis keluarga

Dikutip dari islami.co, mengingat praktik puasa tahun ini begitu berbeda, ingatlah bahwa yang berpisah hanya fisik, namun interaksi tidak.

Kondisi ini tidak ideal dan harus diterima, namun berbagi kisah dengan teman dekat, keluarga, atau sekadar temu sapa lewat telepon bisa mengurangi kesepian atau kebosanan yang bisa berdampak pada kondisi kejiwaan.

Selain tetap menjalin komunikasi dengan teman-teman dan keluarga yang suportif, tetap laksanakan amaliah Ramadan baik yang wajib dan sunnah. Mengingat kondisi yang lebih banyak di rumah akan menjadikan kita bisa lebih banyak melakukan kegiatan dan amalan sembari bisa lebih berinstrospeksi.

Hubungan antar keluarga atau komunitas yang tinggal bersama juga perlu dijaga. WHO menyatakan bahwa kondisi yang terbatas, membuat emosi anggota keluarga bisa tidak stabil, dengan kemungkinan meningkatnya insiden kekerasan dalam rumah tangga, baik kepada pasangan, anak, atau orang-orang sekitar yang termarjinalkan.

5. Konsumsi suplemen

Ada alternatif suplemen yang disarankan yakni multivitamin, habbatussauda dan sari kunyit (tumeric).

Multivitamin dapat membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh karena mengandung beberapa jenis vitamin sesuai kebutuhan tubuh antara lain vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, Kalsium, dan Zat Besi yang dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kandungan mineral dari multivitamin juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga dapat melawan radikal bebas.

6. Pastikan tubuh tetap terhidrasi

Meski terdengar klise, menjaga tubuh agar tetap terhidrasi adalah kunci agar kamu dapat menjalani puasa dengan baik. Oleh karenanya, minumlah banyak air putih pada saat makan sahur, lalu hindari makanan pedas dan asin. Bila memungkinkan, masukkan buah dan sayuran segar ke dalam menu sahur.

7. Menjaga kebersihan alat salat

Kebersihan alat salat juga perlu diperhatikan. Kain mukena dan sajadah tentunya bersentuhan langsung dengan kulit kita. Bahaya kalau ada virus yang menempel di sana.

8. Jangan makan makanan dari kemasan

Jika kamu sahur atau buka puasa dengan membeli makanan melalui pesanan online, sebaiknya jangan makan makanan langsung dari kemasannya. Selain untuk menghindari penyebaran virus corona, dengan memindahkan makanan dari kemasan ke piring di rumah, kamu bisa membatasi jumlah makanan yang kamu konsumsi.

Kamu bisa mengeluarkannya atau hanya mengambil berapa banyak yang ingin kamu makan. Sisanya bisa kamu simpan di kotak makanan yang sudah bersih di rumahmu. Cobalah mengukur dan mengontrol makanan yang akan kamu makan dengan selalu menaruhnya di piring terlebih dahulu.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.