Global Ramadhan: Al Quran Adalah Referensi Suci dan Mulia

Global Ramadhan: Al Quran Adalah Referensi Suci dan Mulia

Tadabbur Ayat Yaa Ayyuhannaas Surat Yunus 108
Al Quran

Suaramuslim.net – Apabila kamu pernah menulis karya ilmiah seperti paper, skripsi, tesis atau disertasi, maka salah satu bagian yang amat penting adalah Kajian Pustaka atau Tinjauan Pustaka. Biasanya bagian ini sangat erat kaitannya dengan daftar pustaka (referensi) yang dirujuk. Semakin berkualitas dan aktual pustaka yang dirujuk, maka semakin ilmiah karya ilmiah yang kamu tulis.

Al Quran berulang kali disebut Allah SWT sebagai al-Kitab (artinya buku, tulisan) yang bisa dijadikan sebagai pustaka (referensi) yang suci dan mulia (Kitab Suci atau Kitab Mulia). Allah berfirman dalam Q.S. al Baqarah: 2 sbb;

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk (berpikir) bagi mereka yang bertakwa.”

Tidak ada keraguan, artinya pasti maha benar dan pasti super ilmiah. Petunjuk berpikir artinya adalah referensi (pustaka).

Di lain ayat, QS. Ali Imran: 3 Allah SWT berfirman:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْـكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ

“Dia (Allah) menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil.”

Berikutnya Allah SWT berfirman dalam QS An Nisa: 163

اِنَّاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ كَمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۚ وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚ وَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا

“Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, lsmail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya; ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud.”

Jadi al-Kitab (pustaka=referensi) disebut juga wahyu, juga diberikan kepada para Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi kitab-kitab yang diberikan kepada para Rasul tersebut yang original sudah tidak ada kecuali Al Qur’an yang dijaga dan dipelihara Allah sampai kiamat.

Untuk berpikir yang benar, suci dan mulia, maka pustaka yang paling tepat dan relevan adalah bersumber pada Al Qur’an. Rasul SAW berkata: “Aku tinggalkan (wariskan) padamu semua dua referensi (pustaka kehidupan), kalian semua tidak bakal berpikir dan hidup sesat jika kalian semua berpegang teguh pada dua referensi tersebut yaitu: (1) Kitabullah (Kitab=referensi Allah=Al Qur’an) dan (2) Sunnatu Rasululullah (Hadis=perilaku Rasulullah SAW).”

Hidup dan berperilaku kehidupan yang benar tergantung dari pola pikirmu. Pola pikir yang benar juga tergantung referensi yang kamu baca dan pahami. Referensi yang salah akan membawa hidup sesat.

Masih banyak umat Islam yang memberlakukan Al Quran dibaca hanya sekadar untuk mencari pahala. Al Quran bukan dikaji untuk referensi berpikir, apalagi untuk tuntunan dan pedoman hidup. Ramai-ramai di bulan Ramadhan balapan ngaji khatam Al Quran dengan berbagai bentuk cara membaca dan seremonial.

Inilah tantangan dakwah kita ke depan. Bagaimana umat sadar untuk memahami Al Quran sebagai referensi super ilmiah untuk berpikir dalam segala aspek kehidupan. Wallahu a’lamu bisshowab.

Insya Allah bersambung.

Al-faqir: Miftahul Huda

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment