Suaramuslim.net – Amartha Corp resmi meluncurkan agenda perdana SAHARA (Santapan Hati Rohani Amartha), Rabu (13/05/2026), sebuah wadah penguatan spiritual bagi seluruh insan perusahaan. Acara ini bekerja sama dengan program KIBLAT (Kajian Islam buat Talenta Hebat) Griya Al Qur’an Surabaya yang dirancang untuk menyeimbangkan profesionalisme dengan kedalaman iman.
Visi dunia dan akhirat
Membuka acara, Bapak Eka Fitriansyah, S.E. selaku Komisaris Amartha Corp dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas inisiatif program ini. Mengingat Amartha kini didominasi oleh talenta muda, ia berharap acara ini menjadi “siraman rohani” yang konsisten.
“Semoga program ini berkesinambungan dan membawa kita maju bersama, baik di dunia maupun di akhirat,” tambah beliau.
Ikhsan Hariadi selaku Human Resource and General Affairs (HRGA) Amartha Corp menekankan pentingnya menjaga prioritas hidup.
“Agar kita tidak hanya fokus mengejar dunia, tetapi juga memprioritaskan akhirat. Tujuan akhir dari SAHARA ini tentu pada peningkatan etos kerja yang lahir dari ketenangan spiritual,” ujarnya di hadapan para peserta.
Intisari kajian: Kita hamba, bukan pengendali
Kajian perdana ini menghadirkan Ustadz Hasan. Beliau mengingatkan bahwa banyak manusia yang terjebak dalam sikap “protes” kepada Allah ketika realita tidak sesuai ekspektasi.
Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 216:
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Ustadz Hasan menekankan bahwa saat kita merasa buntu dan rencana kita gagal, di sanalah rencana Allah yang lebih indah sedang bekerja. Beliau juga mengutip hadis riwayat Al-Bukhari yang menyatakan bahwa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya melampaui kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Tiga kiat dalam menghadapi ketetapan-Nya:
1. Iman & ridho: Meyakini bahwa setiap ketetapan Allah, baik maupun buruk, adalah yang terbaik.
2. Sabar: Menjadikan sabar sebagai fondasi utama karena hukumnya wajib.
3. Tawakkal: Pasrah yang aktif, yakni menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar maksimal sesuai kerangka kausalitas (sunnatullah).
Suasana hangat dan akrab dari program SAHARA semakin terasa ketika memasuki sesi Tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan dari peserta yang disampaikan dalam forum tersebut.
Pertanyaan dari peserta:
Mengapa orang zalim tetap terlihat baik-baik saja, bahkan cenderung lebih mapan?
Jawaban:
Ingat firman Allah: “Maaliki Yaumiddin” — Allah adalah Penguasa Hari Pembalasan. Hari tersebut adalah waktu ketika setiap amal dibalas secara adil. Kebaikan sekecil zarrah dibalas pahala, dan keburukan sekecil zarrah dibalas siksa.
Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia tidak abadi. Setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Jangan sampai kita memilih jalan dendam: “Kalau orang lain baik, saya baik. Kalau orang lain jahat, saya balas.” Itu keliru jelas Ustadz Hasan.
Dua golongan dengan akhir yang kontras
Dalam hadits Nabi ﷺ, dikenal dua golongan:
- Ahlul Musibah: Mereka yang sering diuji dengan penderitaan, namun bersabar dan ridha.
- Ahlul ‘Afiyah: Mereka yang hidup dalam kenyamanan dan jarang mendapat ujian berat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manusia yang selalu dalam keafiatan akan berangan-angan pada hari kiamat, saat melihat pahala orang-orang yang diuji, seandainya dahulu kulit mereka digunting di dunia.” (Terjemah hadis riwayat At-Tirmidzi).
Hikmahnya:
- Pahala bagi orang sabar tidak terbatas (QS. Az-Zumar: 10).
- Ahlul ‘Afiyah akan merasa iri melihat derajat Ahlul Musibah.
- Musibah yang tampak berat di dunia bisa menjadi nikmat terbesar di akhirat.
- Keadilan Allah sempurna—kehilangan di dunia diganti dengan kenikmatan abadi di surga.
Pertanyaan 2: Apa itu pasrah?
Jawaban:
Hati yang senantiasa terpaut kepada Allah dan berprasangka baik atas segala ketetapan-Nya. Ikhtiar adalah ranah kita sebagai hamba, sedangkan hasil adalah ketetapan Allah.
Pertanyaan 3: Bagaimana menyikapi dosa orang lain?
Jawaban:
Dengan konsep amar ma’ruf nahi munkar:
- Dengan kekuasaan (jika memiliki wewenang),
- Dengan lisan (nasihat dan teguran),
- Jika tidak mampu, maka dengan hati dan doa.
Menjelang akhir, kajian ditutup dengan penguatan tentang keutamaan shalat berjamaah sebagai fondasi spiritual di lingkungan Amartha Corp.
Intisari Kajian Islam buat Talenta Hebat (KIBLAT) bersama Santapan Hati Rohani Amartha (SAHARA)
Program ini bukan sekadar kajian, tetapi ikhtiar membangun keseimbangan antara profesionalitas kerja dan kekuatan spiritual—agar lahir talenta hebat yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga selamat di akhirat.

