Al Quran Sebagai Subyek Studi Ilmu Pengetahuan

Suaramuslim.net – Kata ilmu dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Arab persis. Il-mu artinya pemahaman (penanggapan) seobyektif-obyektifnya, berarti yakin atau pengetahuan. Ilmu dalam bahasa Arab tersebut juga mengambil dari bahasa Al Quran (QS. Al Alaq: 4-5; Ar Rahman: 1-12 dll).

Tantangan dan Permasalahan Istilah Ilmu

Orang-orang Arab (dulu) mendefinisikan ilmu sebagai cahaya (pancaran) di dalam hati, yang ditonjolkan cahayanya bukan makna yang terkandung dalam ilmu. Intelektual atau ilmuwan Indonesia yang berpendidikan Barat mengartikan ilmu sebagai “sciences” yang antara lain didefinisikan “science is an organized body of principles supported by facta” (Mc Dauglo).

Jadi ilmu adalah rangkaian keterangan teratur dalam keseluruhan yang didukung oleh faktanya. Ilmu menurut Barat terdiri dari aspek keterangan dan aspek fakta (Metodologi Penelitian: Huda, M. 2011).

Selanjutnya pengetahuan Barat dikembangkan melalui tahap-tahap “experient” (pengalaman), “experiment” (percobaan) dan “research” (penyelidikan). Jelas istilah ilmu menurut Barat yang dijadikan kiblat (mazhab atau disembah) para alumninya, termasuk sebagian besar ilmuwan Indonesia terdapat dua aspek.

Yaitu Aspek keterangan (subyek) dan aspek obyek, dimana “sciences” sebagai inti peradaban Barat adalah produk ciptaan manusia, yaitu manusia dijadikan sebagai subyek. Sehingga struktur ilmu menurut Barat (para sarjana jahiliah dan pengikutnya) adalah “bentuk kesadaran antara subyek dan obyek, atau “causalited-verband” (hubungan sebab akibat) antara subyek dan obyek menurut idea (gagasan). Makanya ilmu menurut Barat disebut idealisme (baca materi sebelumnya).

Baca Juga :  Yakin Sudah Sayang Anak? Yuk Lihat Tuntunannya

Dengan demikian semua ilmu pengetahuan produk Barat dan para sarjana penyanjungnya secara logika tidak ilmiah (jeruk makan jeruk). Istilah lain ilmu bil batil.

Jawaban Al Quran Tentang Ilmu

Menurut Al Quran ilmu itu milik Allah subhanahu wa ta’ala pencipta dan pemelihara alam semesta yang jumlah dan nilai ilmu-Nya tak terbatas.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ ۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, katakanlah, roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan (ilmu) hanya sedikit.” (QS. Al-Isra ayat 85).

Ilmu ilmiah disampaikan (diwahyukan) kepada para Rasul untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Sebagian ilmu Allah tersebut diturunkan dalam ayat-ayat qauliyah (dalam Al Qur`an) dan sebagian berbentuk ayat-ayat kauniyah (di alam semesta) yang semuanya disebut sunnatullah.

Manusia ditantang dan diwajibkan melakukan “research” tentang ilmu-ilmu Allah tersebut untuk dipergunakan sebagai kemaslahatan “fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah”. Kita tadarus (tadabbur) beberapa konsep ilmu menurut Al Qur`an. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga :  Segelas Susu Cinta untuk Ahlu Shuffah

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰٓئِكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـئُوْنِيْ بِاَسْمَآءِ هٰٓ ؤُلَآ ءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Dan Dia (Allah) benar-benar mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (Q.S. Al-Baqarah: 31).

Baca lagi QS. Al ‘Alaq ayat 1-5.

Kemudian Allah SWT juga berfirman:

اَلرَّحْمٰنُ

“(Allah) Yang Maha Pengasih,” (QS. Ar-Rahman: 1)

عَلَّمَ الْقُرْاٰنَ

“Yang telah (benar-benar) mengajarkan (suatu ilmu yang bernama) Al-Qur’an.”
(QS. Ar-Rahman: 2)

خَلَقَ الْاِنْسَانَ

“Dia (Allah, dengan ilmuNya) menciptakan manusia,”

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

“Dia (Allah) benar-benar mengajarkan manusia Al Bayaan (rangkaian ilmu sebagai suatu keterangan; subyek).” (Q.S. Ar-Rahman: 4).

Contoh ilmu Allah (Al Quran) sebagai subyek, misalnya terkait ilmu astronomi peredaran matahari, bulan dan bintang-bintang. Baca ayat berikutnya.

اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan (berdasarkan ilmu matematika, rumus-rumus orbitnya dll dihitung dengan sangat rumit, komplek dan akurat yang ilmiahnya tiada tanding)”(Q.S. Ar-Rahman: 5).

وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدٰنِ

Baca Juga :  Bersekolah Tapi Tak Terdidik

“Dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya); tunduk patuh pada hukum/ilmu Allah. (Q.S. Ar-Rahman: 6).

Lanjutkan membacanya dengan tadarus, penuh tadabbur dan tartil.

Tadarus referensi lainnya QS. Al Baqarah 239, Al Baqarah 164, Ali Imran 190-196, Al A’raf 185, Al Ghasiyah 17-18 dan masih banyak lagi dalam Al Quran.

Kesimpulan
  1. Al Quran adalah ilmu ilmiah sebagai subyek segala macam ilmu/ajaran/paham untuk diterapkan dalam kehidupan dalam mencapai cita-cita “fid dunya wa fil akhirati hasanah”. Disebut ajaran/ ilmu/ paham haq = super benar (ingat iman bil haq).
  2. Hasil temuan “research” manusia bersifat nisbi (tidak mutlak ilmiah/benar). Disebut ilmu/ajaran batil (ingat iman bil batil). Namun demikian bisa dijadikan kolaborasi dengan ilmu Al Qur`an jika sudah divalidasi dengan Al Qur`an dan hadis.

Penulis: Dr. H. Miftahul Huda*
Editor: Muhammad Nashir

*Pengasuh Kajian Iman Menurut Alquran Surabaya
*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.