APBD Pro Pendidikan (Refleksi Hari Pendidikan Nasional)

APBD Pro Pendidikan (Refleksi Hari Pendidikan Nasional)

Pendidikan Membentuk Kasta
Ilustrasi murid-murid sekolah dasar di Indonesia.

Suaramuslim.net – APBD merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang disetujui DPRD dan ditetapkan dalam bentuk peraturan daerah. Segala hal program kegiatan pemerintah daerah mengacu pada Perda APBD.

Postur dan performa APBD sangat menentukan capaian visi misi serta tujuan dan tema pembangunan karena APBD memiliki 6 fungsi penting yaitu otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilitasi.

Apakah APBD Surabaya Pro Pendidikan?

Berdasar data BPS, angka kemiskinan tahun 2018 turun menjadi 4,88%, tingkat pengangguran terbuka naik menjadi 6,12. Indeks pembangunan manusia di tahun 2017 naik menjadi 81,07. Angka-angka ini di antaranya menjadi alat ukur kesejahteraan rakyat.

Pendidikan adalah urusan wajib pemerintah daerah yang sangat strategis peningkatan kualitas SDM dan berdampak pada kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu APBD Pro Pendidikan menjadi keniscayaan.

APBD Surabaya tahun anggaran 2019 sebesar 9,5 triliun (Rp9.506.272.360.295,-). Adapun anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp2.051.206.030.735,- atau sebesar 21,58% dari total APBD. Hal ini secara kuantitatif sesuai dengan amanah konstitusi di mana anggaran fungsi pendidikan minimal 20% dari belanja daerah.

Anggaran pendidikan ini harus direncanakan secara cermat, dilaksanakan secara efektif efisien dan dikelola secara tepat untuk menjamin hak dasar warga untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Anggaran pendidikan jangan hanya formalitas dan rutinitas saja.

Secara umum program kegiatan bidang pendidikan di Surabaya makin mengarah pada peningkatan aksestabilitas dan kualitas pendidikan.

Apresiasi dan Catatan

  1. Beasiswa kuliah, beasiswa penghafal Al Quran, gerakan literasi sekolah, peneliti belia, olimpiade, rumah bahasa, adisiswa fiesta, di antara program yang berdampak pada semangat anak-anak untuk berprestasi di berbagai bidang.
  2. Pendidikan karakter anak didik hendaknya menjadi motor, keteladanan guru menjadi utama juga semua birokrat di Dinas Pendidikan sebagai pelayan masyarakat di bidang pendidikan.
  3. Kegiatan pengembangan guru dan tenaga kependidikan juga penting agar tidak berjalan apa adanya namun harus segar, atraktif, menarik dan benar-benar bisa meningkatkan SDM handal, ujungnya pembelajaran menarik siswa aktif kreatif.
  4. Pendidikan inklusi, PAUD, pendidikan kesetaraan perlu dikembangkan dan mendapatkan perhatian penuh terkait sarana prasarana serta kecukupan, kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik.
  5. Kebijakan dan program kegiatan fokus dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan serta upaya mengurangi disparitas kualitas pendidikan baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta.
  6. Masih ditemui proses perijinan operasional sekolah yang menyulitkan sekolah swasta terkait syarat administrasi. Perlu pendekatan dengan mengedepankan nasib siswa dan guru agar siswa tetap bisa belajar dengan lingkungan yang kondusif dan guru tidak terganggu kesejahteraannya.
  7. Masih ditemui anak-anak putus sekolah, sebagian besar berawal dari masalah ekonomi, terkendala biaya sekolah dan biaya personal (buku, perlengkapan sekolah dan transport). Jumlahnya makin menurun namun harus dizoom akar masalahnya dan segera disolusi dengan kebijakan tersistem bukan penyelesaian kasus per kasus.
  8. Kesejahteraan guru, kesehatan, keamanan dan kondusifitas kerja penting terus diperhatikan.

Yang perlu selalu diingat bahwa tujuan pendidikan nasional sebagaimana termaktub di UU 20 tahun 2003 pasal 3 yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dengan semangat Ki Hajar Dewantoro, kita berharap pendidikan di Surabaya makin maju dan berkualitas. APBD Surabaya Pro Pendidikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Mampu mencerahkan masa depan anak-anak Surabaya. Ashiaaapppp!*

Pendidikan itu mencerahkan.
Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Surabaya, 2 Mei 2019
Reni Astuti
Anggota DPRD Surabaya

*Opini yang terkandung dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial suaramuslim.net.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment