Barang dan Makanan ini Jadi Incaran Jamaah Haji

Suaramuslim.net – Ibadah Haji merupakan salah satu Rukun Islam kelima. Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban satu kali seumur hidup bagi umat Islam, dengan syarat orang tersebut sudah kuasa atau mampu untuk menunaikannya, baik segi materi maupun kesehatan.

Salah satu rutinitas yang kerap dilakukan oleh para jamaah haji selain beribadah adalah pergi ke pusat perbelanjaan. Tujuan mereka tak lain untuk berburu oleh-oleh khas Kota Makkah dan Madinah. Di Indonesia bahkan ada tradisi silaturrahim ke sanak keluarga ataupun tetangga yang telah datang dari Tanah Suci.

Biasanya, para tamu yang datang akan disuguhi aneka ragam oleh-oleh makanan asal Negara Timur Tengah. Para tamu juga mendapat bingkisan atau semacam souvenir dari Makkah. Apa saja ragam oleh-oleh yang biasa dibawa oleh para jamaah haji? Berikut ulasannya:

Air Zamzam

Air zamzam menjadi buah tangan yang harus dibawa pulang oleh para jamaah haji saat kembali ke negara asalnya. Biasanya para jamaah membawa botol kosong untuk kemudian diisi dengan air zamzam. Namun saat ini sudah ada perusahaan air yang menyediakan air zamzam dalam kemasan botol dengan biaya sekitar SR 15 sampai SR25 per botol atau mulai dari 25 ribu hingga 60 ribuan.

Umat Islam percaya bahwa air suci tersebut memiliki kekuatan luar biasa yang bisa dipergunakan sebagai obat. Apalagi air yang berasal dari sumur zamzam itu selalu mendapatkan energi doa yang dipanjatkan jutaan umat Islam seluruh dunia. Sebuah temuan ilmiah yang dilakukan oleh peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto berhasil membuktikan air zamzam bagi kesehatan tubuh manusia serta sejumlah keistimewaan lain yang tidak tertandingi oleh air biasa.

Baca Juga :  Pelajaran Berharga dari Madrasah Haji
Kurma

Buah kurma menjadi makanan keseharian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat-NYA. Hingga saat ini, kurma tetap menjadi makanan populer di Arab Saudi. Meski pohon buah kurma hanya tumbuh di negara Timur Tengah, namun masyarakat Muslim di daerah lain umumnya juga bisa menjumpainya di negara mereka. Di Surabaya misalnya, kita bisa mendapatkannya dengan mudah di area wisata religi Sunan Ampel.

Jenis beberapa varian jenis kurma. Para jamaah haji bisa memilih sesuai selera. Ada jenis kurma sukari basah yang digemari para Raja Arab, atau kurma kesukaan Rasulullah, kurma Ajwa. Harga kurma bervariasi mulai dari SR50 untuk SR500, atau sekitar 118 ribu hingga jutaan rupiah. Diantara jenis kurma lain, kurma Ajwa harganya paling mahal.

Henna (Pacar Tangan)

Henna sebenarnya jenis tumbuhan yang biasa dikenakan sebagai bahan kosmetik alami. Karena terbuat dari bahan pewarna alami dan tidak mengandung bahan yang menghalangi masuknya air wudhu, sehingga henna aman dikenakan oleh Muslimah. Kaum Hawa biasanya mempercantik bagian tangan dan kakinya menggunakan henna yang dibuat dengan pola menarik.

Bahkan beberapa tradisi pernikahan di Indonesia juga negara India terdapat ritual henna. Meski demikian, ada sebagian ulama yang tidak menyarankan perempuan Islam yang belum menikah untuk memakai henna. Tujuannya adalah agar tidak mengundang syahwat tertentu bagi lawan jenis yang kebetulan melihat hiasan indah di tangan si perempuan.

Baca Juga :  Perlengkapan Umrah Untuk Laki-Laki
Siwak

Siwak atau juga dikenal dengan sebutan miswak ini sebenarnya merupakan sikat gigi warga Arab Saudi. Benda yang terbuat dari dahan pohon Salvadora kemudian dipotong dan diukir ini biasa digunakan oleh orang Arab untuk membersihkan gigi dan gusi.

Hal ini sebagaimana Sunnah Rasulullah zaman dahulu. Untuk mendapatkan siwak sangat mudah. Karena oleh-oleh satu ini bisa ditemukan hampir di penjuru Kota Makkah. Selain membelinya langsung dari pedagang asongan, jamaah haji juga bisa mengunjungi pasar besar Makkah, Souq Gaza.

Abaya

Industri fesyen Muslimah belakangan menjadi sorotan bagi perempuan Islam hampir di seluruh penjuru dunia. Hadirnya para desainer muda menjadi faktor pendorong makin diminatinya dunia mode khusus Muslimah. Begitu halnya busana bagi Muslimah di Saudi yang terkenal dengan jilbab dan pakaian abaya.

Untuk mendapatkan beragam gamis abaya dengan varian motif, jamaah haji bisa mendatangi Pasar Jakfariah. Lokasinya dekat dengan Masjidil Haram. Ada juga beberapa toko atau sejenis butik yang menjual fesyen, termasuk abaya. Bahkan disana juga menyediakan Combo Abaya Dress dengan harga diatas tiga ratus ribuan.

Gelang Tasbih

Benda ini berbahan dasar kayu kokka. Meski kini karena kesulitan proses pembuatan, gelang tasbih banyak dibuat dari buah kokka. Beraroma khas kokka, biji ini bila ditenggelamkan akan terlihat sedikit berminyak dan tak mengambang. Gelang tasbih kokka punya banyak khasiat. Air rendaman kayu kokka bisa meredakan sakit gigi, keracunan dan meredakan demam.

Baca Juga :  Beginilah Pemberdayaan Masjid Saat Nabi di Makkah

Sementara saat kayu kokka dikenakan sebagai gelang bisa menolak gigitan hewan berbisa. Untuk membelinya, jamaah haji bisa berkunjung ke Pasar Balad yang biasa jadi surga belanja para jamaah haji. Disana harganya juga pasti murah sehingga Anda tak perlu khawatir lagi. Bisa juga membeli di Pasar Haraj. Disana ada los pasar yang banyak menjual barang pecah belah juga.

Buah Tin

Buah ini menjadi makanan favorit bagi warga Makkah, termasuk jamaah haji di sana. Ini karena khasiatnya yang luar biasa untuk tubuh dengan kandungan gizi, mineral, dan vitamin. Nama buah yang tertulis dalam Al Quran ini anti virus dan bakteri, cocok pula bagi mereka yang sedang diet karena bisa memperlancar pencernaan.

Buah Tin juga mengandung omega 3 yang tinggi dan juga kalsium yang baik untuk pertumbuhan anak. Menjaga tekanan darah tetap stabil, memperkuat tulang sendi hingga meningkatkan kesuburan pria. Untuk mendapatkannya, kita bisa mencarinya di beberapa tempat, seperti Tamimi Market yang ada di stasiun King Abdul Aziz, tepatnya di jalan Anas bin Malik, Bindawood Superstores, dan Jalan Heraa di Jeddah Saudi Arabia.

Cokelat Arab

Oleh-oleh satu ini pastinya diburu jamaah haji, karena pasti disukai oleh siapapun mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Jamaah haji bisa memborongnya dalam jumlah kiloan untuk dibagikan ke saudara dan tetangga terdekat.

Kontributor: Siti Aisah
Editor: Oki Aryono

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.