Bencana Sulteng, Kemensos Akui Susahnya Transportasi dan Komunikasi

Bencana Sulteng, Kemensos Akui Susahnya Transportasi dan Komunikasi

Bencana Sulteng, Kemensos Akui Susahnya Trasnportasi dan Komunikasi
Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kemensos Syahabuddin di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10) (Foto: FMB9)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya memenuhi kebutuhan dan pelayanan dasar bagi para pengungsi yang terdampak gempa di wilayah Sulawesi Tengah. Adapun kebutuhan dan pelayanan dasar yang terus disiapkan adalah dapur umum, logistik, dan dukungan psikososial.

“Dapur umum minimal ada 9 yang terletak di mana-mana. Satu dapur umum dalam 1 jam bisa memasak 500 bungkus nasi. Anak-anak Tagana juga sudah dalam kondisi siap. Ini amanat UU Nomor 24 tahun 2007 dan Nawacita memberikan rasa aman, kita wajib mendukung itu,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kemensos Syahabuddin di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10)

Syahabuddin menjelaskan dapur umum tersebut dilengkapi beras dan makansan siap saji, sehingga tinggal disebar ke para pengungsi. Menurutnya, yang jadi permasalahan saat ini dalam pendistribusian logistik adalah transportasi dan komunikasi, dan hal tersebut masih terus diupayakan oleh Pemerintah.

“Sampai sekarang bantuan dari kami dari segi permakanan sudah 70 miliar sekian. Tadi mau terbang makanan 1 ton dari Makassar. Di samping itu juga ada 20-25 ton dari Halim (Jakarta) yang akan dikirim sesegera mungkin,” ungkapnya.

Sementara terkait dukungan psikososial, pihaknya telah mengerahkan ratusan personel tagana dan juga dari beberapa stakeholder yang disebar ke beberapa titik pengungsian untuk memberikan penyuluhan dan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan orang tua yang mengalami stres dan depresi. Syahabuddin mengaku, yang saat ini dikhawatirkan pihaknya adalah terjadinya bencana sosial karena tidak meratanya penyebaran bantuan.

“Oleh karena itu, Kemensos memaksimalkan untuk permakananan dan layanan psikososial, tim tagana, tim rehabilitasi sosialnya. Saat ini sampai 11 oktober sudah dinyatakan tanggap darurat, sehingga Kemensos wajib bantu,” tandasnya.

Berdasarkan data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (2/10/2018), pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 1.234 orang meninggal dunia yang terdiri dari wilayah Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Sementara korban luka berat ada sebanyak 799 orang yang dirawat di rumah sakit, 99 orang hilang, 152 orang tertimbun, dan pengungsi tercatat 61.867 orang yang tersebar di 109 titik. Selain warga lokal, ada juga warga negara asing (WNA) yang terdampak gempa, yakni berjumlah 122 orang.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment