Beraktivitas Asyik Kala Ramadhan

Suaramuslim.net – Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Pahala berlimpah. Amalan sunah diganjar Allah seperti amalan wajib. Manusia mestinya lebih produktif beramal ketika bulan ini. Tak terkecuali anak-anak.

“Sudah tidur sana, bangun-bangun sudah sore, dikit lagi berbuka, deh”!

Begitu biasanya orang tua menghibur anaknya yang sedang berlatih atau menjalani puasa namun sedang dalam kondisi melemah. Anak diminta rebahan saja di kasur atau kalau tidak di depan televisi menganggur.

Wah, ini kontradiksi sekali dengan amalan produktif di bulan Ramadhan. Orang tua harus kreatif menciptakan aktivitas seru dan asyik bagi anak selama bulan ini. Apa saja? Berikut uraiannya.

Safari Masjid

Memanfaatkan hari libur seperti Sabtu dan Ahad, pas sekali jika Ramadhan mengajak anak melakukan safari masjid. Paling tidak bisa minimal 3 masjid terkunjungi selama Ramadhan. Terus setelah sampai di masjid apa yang dilakukan? Sebisa mungkin memang mengunjungi masjid yang bersejarah.

Jika tidak ada, juga tidak mengapa. Ajak anak menggali informasi tentang masjid itu. Kegiatannya apa saja, siapa pelopor pendirinya, adakah filosofi bentuk masjid, bagaimana pendanaan masjid, dsb.

Baca Juga :  Anak itu Aset bukan Beban

Ajak anak mengagumi setiap sisi masjid. Karena minimal 3 masjid, di akhir agenda safari masjid ini, bisa juga lho meminta anak berpendapat mana masjid yang unggul program-programnya. Bahkan orang tua bisa juga meminta anak berpendapat bagaimana agar masjid bisa menjadi daya tarik masyarakat. Ehm, anak jadi lebih produktif bukan ketika Ramadhan.

Rumah Allah memang menakjubkan. Dengan safari masjid, orang tua bisa menumbuhkan keinginan anak agar bersemangat ke baitullah. Ka’bah. Berhaji. Luar biasa bukan jika dalam jiwa anak sejak kecil sudah tumbuh keinginan berhaji?

Pesantren Mini

Pada dasarnya anak-anak itu suka jika banyak teman. Agar selama Ramadhan bisa lebih berkesan dalam amal, orang tua bisa bersama anak mengadakan pesantren mini. Kegiatan bisa dilakukan di masjid perumahan (jika ada) atau di rumah sendiri. Caranya gampang sekali. Kegiatan ini pada akhirnya melibatkan semua anggota keluarga. Pesantren mini artinya anak-anak nyantren sederhana, singkat, namun penuh manfaat.

Anak-anak di rumah bertugas membuat undangan pesantren mini lalu menyampaikannya kepada anak-anak lain di sekitar rumah. Undangan dibuat berdasar kreasi mereka sendiri-sendiri. Bagaimana dengan konsep acara pesantren mininya? Tentu, anak akan berdiskusi dengan orang tua. Anak menyampaikan idenya, orang tua memfasilitasi.

Baca Juga :  Puasa Ramadhan 2019 Hari Senin, Menag: Hilal Terpantau Tinggi

Acara bisa berupa nonton bareng, games sederhana, berkisah, lantas di tutup dengan buka bersama. Bisa juga acara dikemas dalam bentuk simple fun cooking lalu edukasi makanan sehat dan halal untuk anak-anak. Biasanya anak-anak suka jajan yang notabene tidak sehat, nah pesantren mini bisa menghadirkan acara itu.

Berapa lama kegiatan pesantren mininya? Terserah saja. Selepas ashar sampai dengan berbuka puasa juga tidak menjadi masalah.

Sedekah Tour

Maksudnya adalah setiap hari anak diajak bersedekah. Bisa berupa memberikan mainan kesukaannya kepada anak tetangga yang miskin, membeli sesuatu dari penjual yang tampak tidak laku, tersenyum kepada orang yang dijumpai, berbagi takjil, memasukkan uang ke kotak infaq masjid, membersihkan masjid, memunguti sampah berserakan di jalan, dsb.

Sedekah tidak harus berupa uang, bukan?

Kegiatan Indoor

Nah, jika berkegiatan di luar rumah sulit dilakukan, maka di dalam rumah pun bisa asyik. Orang tua bisa mengajak anak berkreasi membuat ketrampilan dari bahan-bahan yang ada. Sekarang banyak sekali bertaburan panduan kreasi muslim yang bisa dilakukan anak ketika Ramadhan. Taklim keluarga juga cocok sekali dilakukan di rumah. Sesekali tidak mengapa, anaklah yang menjadi ustadz atau ustadzahnya. Bekal mereka untuk berdakwah nantinya.

Baca Juga :  Cara Mengenalkan Menstruasi Pada Anak

Ramadhn bagi anak seharusnya memang tidak membuat orang tua mati gaya. Sebaliknya, orang tua makin tertantang menciptakan aktivitas asyik bagi anak dan bernilai produktif tentunya. Ramadhan harus bermakna. Ramadhan berkesan bagi anak sepanjang masa.

Kontributor: Henny Puspitarini*
Editor: Oki Aryono

*Pengelola Rumah Pelangi Daycare Depok

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.