Berapakah Durasi Maksimal Anak Mengakses Gadget?

Berapakah Durasi Maksimal Anak Mengakses Gadget?

Berapakah Durasi Maksimal Anak Mengakses Gadget
Ilustrasi gadget (Ils: Walter Tille/Dribbble)

Suaramuslim.net – Kemajuan teknologi dan penetrasi smartphone yang semakin masif, telah mengubah cara anak (Generasi Digital Natives) berpikir dan memproses informasi. Sehingga menjadi hal yang lumrah bahwa saat ini anak-anak yang lahir setelah tahun 2000 sudah mahir mengoperasikan smartphone sebelum usianya 3 tahun. Beberapa beranggapan hal ini sebagai sesuatu yang hebat.

Tapi mari kita lihat kenapa ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena sejak kecil teknologi sudah berada di lingkungannya. Bagaimana orang tuanya berfoto dengan smartphone dan mengajak selfie? Bagaimana orang tuanya membalas pesan Whatsapp? Bagaimana orang tua menghiburnya dengan video di youtube dan lain-lain? Bahkan, saat masih di dalam kandungan sang bayi merasa bahwa jari sang ibu selalu bergerak-gerak lincah pada touch screen smartphone. Perilaku tersebut dia rekam setiap waktu sehingga secara tidak langsung anak tersebut familiar dengan teknologi, karena teknologi berada di lingkungannya.

Penggunaan gadget di kalangan anak cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO), mereka menjelaskan setidaknya terdapat 30.000 anak dan remaja di Indonesia menggunakan internet dan media digital atau sekitar 80% dari mereka sudah terpapar oleh penggunaan gadget sehari-hari. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, tetapi juga di luar pulau Jawa seperti Maluku hingga Papua Barat.

Penggunaan gadget atau gawai bagi anak memiliki dua sisi mata uang. Satu bisa memberikan informasi dan pengetahuan, di sisi lain bisa berdampak negatif. Seperti gangguan konsentrasi, keterlambatan hingga gangguan bahasa, dan masalah emosional (seperti temperamen tantrum berlebihan dan ketergantungan atau kecanduan gadget). Oleh karena itu, kita sebagai orang tua sebaiknya menggunakan gadget secara bijaksana sesuai usia anak serta mendampingi anak saat menggunakan gadget.

Menurut jurnal “Child Development” yang ditulis oleh University of Cardiff, anak-anak berusia 2–5 tahun kini sudah sangat bebas menggunakan gadget bahkan mereka telah memiliki akun media sosial pribadi. American Academy of Paediatrics (AAP), menyarankan, orang tua wajib memberikan batasan penggunaan gadget pada anak sedini mungkin. Menurut AAP, anak hanya boleh bermain gadget maksimal 1–2 jam per harinya dan tidak melebihi batasan tersebut. Pedoman ini dibuat untuk menunjang tumbuh kembang anak baik secara fisik, mental serta psikologisnya.

Para ahli dari American Academy of Paediatrics (AAP) menyarankan waktu maksimal anak mengakses gadget adalah 1-2 jam per hari. Namun, pembatasan ini juga harus disesuaikan dengan usia anak.

Berikut ini rincian durasi maksimal anak mengakses gadget:

  1. Anak usia di bawah 2 tahun disarankan sama sekali tidak diberi akses pada gadget. Jika diperlukan, anak usia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gadget tidak lebih dari satu jam per hari dengan didampingi orang tua.
  2. Anak usia 2-5 tahun disarankan mengakses gadget hanya 1 jam per hari, itu pun sebaiknya program yang berkualitas atau aplikasi yang edukatif. Orang tua harus memilihkan aplikasi yang tidak terlalu banyak pergerakan gambar yang cepat seperti video, permainan perang-perangan, balap mobil, dan lain sebagainya. Permainan yang dipilih pun sebaiknya yang menunjang untuk belajar konsep seperti pengenalan warna, konsep banyak sedikit, angka, permainan memori, puzzle, dan lain sebagainya.
  3. Untuk anak usia 6 tahun ke atas, sebaiknya tetapkan durasi khusus yang disepakati bersama. Misalnya, anak hanya bisa mengakses gadget pada akhir pekan atau maksimal 2 jam per hari.

Waktu mengakses gadget ini bukan hanya untuk mengakses ponsel atau tablet saja, tapi juga termasuk waktu untuk menonton TV dan menggunakan komputer. Pengawasan orang tua terhadap anak dalam penggunaan teknologi harus betul-betul diperhatikan. Orang tua harus memastikan anaknya mendapatkan konten sesuai dengan porsinya. Orang tua harus bisa memastikan penggunaan teknologi yang tepat guna untuk anaknya.

Orang tua harus bisa membatasi. Karena akan menjadi anggapan yang salah saat orang tua merasa jika anaknya berada di rumah sepanjang hari dengan smartphone adalah hal terbaik dibandingkan bermain lumpur bersama teman sebayanya. Sungguh anggapan yang salah. Karena hal tersebut akan berdampak tidak baik dengan pembentukan karakter dan perilakunya di masa mendatang.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment