Foto: inet

(Suaramuslim.net) (berzakat.id) – Segala hal besar selalu dimulai dari hal kecil yang kita anggap remeh. Begitu juga halnya dengan bersedekah, Rasulullah bersabda “Bersedekahlah meski hanya dengan sebutir kurma”. Jika diperluas, bersedekahlah meski dengan sebutir beras. Atau bersedekahlah meski dengan sebatang kayu.

Secara tekstual, “Sebutir” berarti bernilai satu.  Bisa bermakna macam-macam. Ada yang memaknai sedekah yang pertama. Bisa juga sedekah dengan nilai yang remeh. Bisa juga dengan nilai yang teranggap besar.

Pertama, sedekah yang teranggap dengan nilai besar. Ada kisah menarik dari Ali bin Abi Thalib. Saat itu istrinya, Fatimah sedang menginginkan buah delima. Ali -meskipun menantu Rasulullah– bukan berarti berduit. Dia harus pinjam uang untuk membeli buah delima tersebut.

Sesampai di pasar, Ali membeli buah delima. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, Ali melihat orang yang sudah tua tergeletak dan sedang sakit.

“Hai orang tua, apa yang engkau inginkan?” tanya Ali dengan wajah penuh perhatian.

“Wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit di tempat ini. Banyak orang yang lalu lalang, namun tak ada satu pun yang mau peduli. Padahal aku ingin sekali makan buah delima” cerita orang tua yang sedang sakit tersebut.

Baca Juga :  Zainab binti Jahsyi: Istri Nabi dan Tangan Terpanjang

Mendengar hal itu Ali terdiam sebentar sambil berkata dalam hati.

“Buah delima yang kubeli hanya satu dan untuk istriku. Kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fatimah akan sedih. Namun jika tidak aku berikan, berarti aku tidak menepati ayat, ‘Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya’ (QS. Ad Dhuha 10),” bisik hatinya.

Kondisi Ali ketika itu cukup berat baginya dan lebih-lebih bagi kita. Kita sebagai umat akhir zaman ini. Bersedekah dalam jumlah sedikit memerlukan perjuangan dan kesabaran yang cukup besar.

Kedua, sedekah dengan sebutir yang dalam bilangan angka bernilai satu. Menunjukkan buah nyata dari niatan yang bisa dirasakan pertama kali oleh mereka yang menerima sedekah.

Sebuah langkah pertama dari seribu langkah. Sedekah miliaran rupiah dimulai dari sedekah satu rupiah. Maka melalui hadits di atas, Rasulullah saw. menekankan untuk mem”biasa”kan diri bersedekah meskipun dalam jumlah kecil.

Selepas bersedekah dengan sebutir, perasaan nyaman dan kecenderungan untuk bersedekah lebih lanjut akan muncul. Harapannya, sedekah selanjutnya akan bernilai lebih besar dan lebih besar lagi. Kemanfaatannya-pun bisa lebih menyebar.

Baca Juga :  Beginilah Sehat dengan Sedekah

Ketiga, yang menganggap angka satu merupakan jumlah remeh adalah mereka yang sejak awal menganggap hal itu gampang. Orang seperti ini selalu merasa mudah namun semangatnya seperti hangat-hangat tahi ayam. Sedekah seribu pertama atau sejuta pertama begitu mudah. Namun selanjutnya, tidak ada gairah lagi.

Memberi apapun mau yang pertama, kedua, ketiga tidak begitu penting. Yang terpenting ada nilai ketulusan dan konsistensi. Bersedekah tidak saja menyehatkan orang yang menerima, namun bisa menyehatkan bagi yang memberi.

Salurkan sedekah Anda ke berzakat.id

Oleh Muslih Marju

Penulis adalah pengajar di SD Inovatif Aisyiyah Kedungwaru dan anggota LSBO PDM Tulungagung.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.