Bulan Muharram Dengan Semangat Istiqamah

114
Bulan Muharram Dengan Semangat Istiqamah.jpeg

Suaramuslim.net – Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah. Berbeda dengan kalender masehi, kalender hijriyah dihitung dari pertama kalinya Nabi Muhammad SAW berhijrah ke kota Madinah.

Muharram adalah moment yang tepat untuk muhasabah diri, dimana Rasulullah SAW pernah bersabda:

…..إنما الأعمال بالخواتم

“Amal-amal itu dinilai dari penutup-penutupnya”. (HR. Al-Imam Al-Bukhari).

dari hadits di atas terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita petik, diantaranya:

Pertama, Sungguh Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kepada kita untuk beristiqamah di Jalan Allah. Yaitu bersifat konsisten dalam menegakkan amal ibadah dan menjauhi dosa dosa. Karena istiqamah itulah yang mengantar kita kepada husnul khatimah. Akhir kehidupan yang baik. Akhir kehidupan yang mengantar kita ke Syurga dengan kasih sayang Allah semata.

Kedua, Amal-amal ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW di bulan Muharram ini (termasuk puasa tasu’ah & ‘asyuro), yang sejatinya mengantarkan kita kepada kepribadian taqwa, tentu memerlukan sikap dan perjuangan istiqamah dalam meningkatkan amal ibadah. Karena hakekat istiqamah itu adalah peningkatan, kemajuan, pendakian dalam ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla’.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencapai hakekat istiqamah seharusnya terus kita tumbuhkan, seperti kita memerlukan Cinta kepada Allah SWT yang senantiasa ditingkatkan dari waktu ke waktu. Jika cinta ini belum bersemi dan belum membahagiakan, maka paksa diri itulah jalannya. “Jihadun-nafs” ini akan lebih mudah jika kita berkelompok dan menjalin persahabatan imani dengan orang orang shaleh.

Dalam persahabatan ini nantinya kita saling memotivasi, saling memantau, saling menegur, saling memaksa untuk istiqamah dalam amal ibadah. Banyak persahabatan yang sifatnya duniawi, tapi masih sedikit persahabatan yang bersifat imani. Inilah yang amat sangat penting untuk kita wujudkan. Mereka yang belum sanggup istiqamah pada bulan istimewa ini, kebanyakannya belum menjalin persahabatan imani.

Ingat,puncak kemuliaan seseorang justru pada saat-saat terakhirnya dalam beramal, maka pendakian ke puncak itu memerlukan sahabat-sahabat shaleh yang menguatkan dan kita kuatkan.

Ya Rahman…
Berkahi dan anugerahi kami Istiqomah diatas syari’at-MU.

Sumber : Ust. Muhammad Sholeh Drehem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here