Suaramuslim.net – Dendam, seringkali menjadi buah dari perselisihan atau pertikaian. Dendam mampu mengubah perselisihan menjadi permusuhan dan kebencian. Tak mudah menghapus dendam yang tak berkesudahan. Artikel ini menjelaskan cara ampuh menghilangkan dendam.

Dendam, bisa muncul karena berbagai hal. Yang jelas dendam muncul akibat rasa marah yang tak terselesaikan. Dendam bisa muncul dengan berbagai cara, dari hanya sekedar hal sepele dan sampai ke hal yang sampai mengancam nyawa. Jika rasa marah itu berkembang menjadi rasa ingin membalas kelakuan orang itu, maka itulah yang dinamakan balas dendam. Biasanya, orang yang punya rasa dendam tidak akan puas sebelum dendamnya terbalaskan.

Jika tidak segera diatasi, dendam akan membawa masalah di kemudian hari. Lalu bagaimana cara untuk melenyapkan penyakit ini?

Memaafkan dan Menerima dengan Lapang Saat Disakiti

Sifat pemaaf menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan untuk menahan hawa nafsu meskipun sebenarnya kita dapat melampiaskannya. Allah berfiman dalam surat Asy Syuraa dan Al-A’raf ,“Barangsiapa yang memberi maaf dan melakukan kebaikan, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy Syuuraa: 40).

Di lain surat, Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (al-A’râf/7:199).

Ketika kita mulai merasa amarah kita memuncak dan perasaan dendam muncul, baiknya kita mengikuti anjuran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam untuk berwudhu.

Bermuhasabah dan Beristighfar

Kedua hal ini adalah cara intropeksi diri yang sangat dianjurkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, agar kita selalu mengingat dosa apa yang telah kita perbuat setiap harinya. Mungkinkah kita pernah menyakiti orang lain melalui lisan atau perbuatan kita dengan cara yang sama seperti apa yang kita rasakan?

Mengingat Kemuliaan dari Allah bagi Hamba yang Pemaaf

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya.” (HR. Muslim no. 2588).

Kemudian, diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Siapakah orang yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya.’ Para sahabat berkata, ‘Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?’ Rasulullah menjawab, ‘Dia adalah orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya serta tidak ada pula dendam dan hasad.’” (Ibnu Majah 4216 dan Thabarani)

Demikian ulasan tentang menjauhkan hati dari perasaan benci dari seseorang. Tentunya sebaik-baik akhlak adalah akhlak yang mulia kepada sesama manusia.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.