Carilah Hatimu di 3 Tempat Ini
Ilustrasi hati

Suaramuslim.net – Manusia adalah makhluk punya cinta dan kasih sayang. Sedangkan cinta itu adalah di hati. Selain anugerah akal, manusia dianugerahi-Nya hati yang tidak dianugerahkan kepada makhluk lainnya. Dunia ini bisa hidup dalam harmoni dan kasih sayang karena hati manusia menuntunnya. Mengapa manusia berbuat kejam dan sadis? Karena hatinya telah mati. Bahkan saking mati, ia tak punya hati lagi. Lalu bagaimana cara menemukan hati nurani manusia yang hilang dan mati. Carilah hatimu di 3 tempat ini.

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah pernah memberi nasihat, “Carilah hatimu di 3 tempat ini ; di saat engkau mendengarkan Al Quran, di saat engkau berada di majelis zikir (majelis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al Fawaid 1/148).

  1. Di saat engkau mendengarkan Al Quran

Hati itu bisa kotor dan berkarat. Hati ini berkarat seperti berkaratnya besi jika terkena air. Lalu Nabi ditanya. ‘Apa pembersihnya?’ Nabi saw. menjawab, Banyak mengingat mati dan membaca Al-Quran” (HR: Al baihaqiy).

Allah menggambarkan hati orang beriman ketika dibacakan Al Quran. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2).

Baca Juga :  Naikkan Level Diri dengan Takwa

Sungguh kita perlu kuatir jika hati kita sulit ditembus Alquran. “Maka, tidakkah mereka menghayati Al Quran ,ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad 24).

Cukuplah pelajaran dari Bani Israel bagaimana hati mereka menjadi keras meskipun banyak mukjizat dari Allah melalui para nabi dan rasul dari kalangan mereka sendiri. “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah 74).

  1. Di saat engkau berada di majelis zikir (majelis ilmu)

Di tengah kesibukan dunia modern, acap kali kita tak menyempatkan diri manghadiri majelis taklim atau majelis ilmu. Padahal di sana banyak kebaikan. Rasulullah saw. pernah berpesan, “Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang hati.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab, ”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) zikir(HR. Tirmidzi).

Perhatikan kata yang dipakai oleh Rasulullah saw. Halaqah-halaqah (lingkaran-lingkaran majelis ilmu) disebut beliau sebagai taman surga. Bila umatnya melihat forum-forum seperti itu, maka segeralah singgah dengan nyaman di kelompok itu, karena sejatinya itu bagian dari taman Surga.

Baca Juga :  Salinglah Menjaga Hati

Di hadits yang lain, Nabi saw. bersabda, “Apabila kamu melewati taman-taman Surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Nabi saw. menjawab,”Majelis-majelis ta’lim” (HR. Al-Thabrani).

Allah menjanjikan rahmat dan sakinah bagi anggota majelis ilmu itu. Rasul saw mengabarkan, “Tidaklah suatu kaum duduk berzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim, no. 2700).

  1. Di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah

Waktu yang panjang dan banyaknya nabi dan rasul di kalangan Bani Israil tidak otomatis menjadikan mereka kaum yang berhati lembut. “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Al Hadid 16).

Jiwa yang kerdil dan bermental materialistik mengakibatkan hati mereka menjadi terkunci. Sulit menerima kebenaran. “Dan mereka berkata, ‘Hati kami tertutup.’ Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman” (QS. Al Baqarah 88).

Baca Juga :  Falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan (2)

Sedangkan orang beriman itu mengerjakan amal sholeh dengan penuh rasa takut (siksaNya) dan penuh harap sekaligus. “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al Anbiya’ 90).

Sedangkan orang yang takut terhadap kebesaran Tuhan akan mendapatkan surga. “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya)” (QS. An Naziat 40-41).

Orang yang menangis di kala munajat kepada Allah nantinya di hari kiamat akan mendapat perlindungan ketika tak ada lagi perlindungan lagi. “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada Masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya,” (HR. Bukhari).

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.