Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga

Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga

Ilustrasi wanita berhijab. Sumber: muslimah.or.id

Suaramuslim.net – Islam memuliakan kaum wanita. Salah buktinya, kedudukan wanita itu seperti ratu atau permaisuri. Tidak semua orang boleh menyentuh ratu. Hanya orang tertentu saja yang diizinkan bersentuhan dengan wanita misalnya ayahnya, ibunya, saudara seayah seibu, dan beberapa kerabat dekat lainnya. Inilah yang dinamakan mahram. Wanita juga dirindukan surga dengan karakter tertentu. Inilah ciri-ciri wanita penghuni surga.

Namun di balik kemuliaannya, wanita juga rentan terkena bujuk rayu syetan sehingga banyak terjerumus ke neraka. Nabi saw. mengabarkan, “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikan suaminya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata, ‘Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali” (HR. Bukhari).

Di artikel ini, kita sedikit ulas ciri-ciri wanita penghuni surga. Karena berdasar nubuwwah Rasulullah saw ternyata banyak wanita yang terjerumus ke neraka. Kita coba sedikit bahas seperti apa ciri-ciri wanita penghuni surga itu:

1. Tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Mumtahanah 12). 

Di ayat ini, Allah memerintahkan Nabi saw untuk menerima janji para wanita untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun sebagai bentuk janji pertama yang harus dipenuhi. Karena kadang kala, pada faktanya masih ada muslim dan muslimah masih berbuat syirik dengan meyakni kekuatan dan kemalangan ada pada benda-benda alam. Seperti keyakinan pada laut, batu, pohon, patung, bunga dan suara-suara hewan tertentu. Inilah bentuk kesyirikan.

Syirik adalah suatu keyakinan dan perbuatan yang mengadakan tandingan/sekutu terhadap kekuatan dan kekuasaan Allah Swt. Tandingan itu bisa berupa kekuatan pada benda mati seperti batu, gunung, gelang, kalung, bunga, patung, laut, sungai, dll. Bisa juga berupa makhluk hidup (manusia, pohon atau hewan) dengan meyakini akan kekuatan tandingan itu padahal segala kekuatan dan keselamatan adalah hanyalah dari Allah semata.

2. Menjaga kesucian, kehormatan diri dan melindungi auratnya

Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa mendapat kemuliaan sebagai teladan para wanita dunia akhirat. Maryam adalah contoh wanita yang menjaga kehormatan dirinya. Inilah ciri wanita penghuni surga.

“Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, ‘Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.’ Ia (jibril) berkata, ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.’ Maryam berkata, ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’” (QS. Maryam 17-20).

Bahkan ketika yang mendatangi dirinya berupa malaikat yang suci yang menjelma sebagai pria, Maryam tetap meminta perlindungan Allah. Inilah salah satu ciri wanita penghuni surga. Dia sangat berhati-hati terhadap kehadiran pria. Dia menjaga kehormatannya, dia tidak sembarangan bergaul dengan pria yang bukan mahramnya. Di situlah kemuliaan wanita muslimah. Inilah ciri wanita penghuni surga.

Di surat Al Mumtahanah ayat 12 di atas, juga disebutkan bahwa Nabi saw menerima janji para wanita untuk tidak berbuat syirik dan tidak berbuat zina. Janji inilah yang mengantarkan para wanita kepada derajat paling mulia dan mengantarkanya menuju surga.

Menjaga kehormatan diri wanita itu dimulai dari menutupi auratnya. Dia tutupi jika keluar rumah atau ia tutupi dari pandangan pria yang bukan mahramnya. Karena aurat itulah awal dari perbuatan dosa. Jika ia terbuka, ia menjadi dosa dan bahkan dosa bertumpuk karena pria lain juga mendapat dosa atas terlihatnya aurat wanita.

3. Sholat lima waktu dan puasa Ramadhan dan rukun Islam lainnya

Rasulullah saw bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, ‘Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka” (HR. Ahmad, shahih).  

4. Taat kepada suami selama tidak melanggar syariat dan menjaga amanah suaminya

Allah menjelaskan wanita sholehah, “…Sebab itu maka wanita yang sholehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…” (QS. An Nisa 34).

Rasul saw juga mengabarkan sifat istri shalihah, “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalehah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud).

5. Pandai berterima kasih dan mensyukuri pemberian suami

Rasulullah pernah menyatakan, “Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wantia’. Dalam kisah isra’ mi’rajnya Nabi juga dijelaskan bahwa Nabi banyak melihat kaum wanita di neraka” (HR Muslim). Ini karena banyak wanita tidak pandai atas pemberian dan hasil kerja suami, sebagaimana hadits Nabi di bagian atas artikel ini.

6. Ikut serta dalam upaya amar makruf dan nahi munkar dan berlomba dalam kebaikan bersama suami dan masyarakat

Allah menyatakan ciri orang beriman, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah 71).

Suami istri juga harus saling mengajak kepada kebaikan. Rasul saw mendoakan suami istri seperti ini, “Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya” (HR. Abu Dawud).(dari berbagai sumber).

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment