Doa Dzun Nuun, Doa Mustajab dalam Al Quran

Doa Dzun Nuun, Doa Mustajab dalam Al Quran

Paus dan yunus
Ilustrasi paus (Ils: Subagus Indra)

Suaramuslim.net – Saat mendengar nama Nabi Yunus ‘alaihissalam, pasti yang terlintas di benak banyak orang adalah tentang kisah terperangkapnya Nabi Yunus dalam perut ikan paus. Bagi sebagian besar orang, mungkin kisah tersebut terasa mustahil. Namun dengan dikisahkannya peristiwa itu dalam Al Quran, maka umat islam wajib meyakininya. Terlebih, ada banyak pelajaran yang dapat di petik dari kisah Nabi Yunus.

Ketika berada dalam kesulitan yang sangat gelap dan berada dalam tiga kegelapan (gelapnya dalam perut ikan, di dasar lautan, dan di tengah gelapnya malam), Nabi Yunus bertasbih dan berdoa kepada Allah. Yang menjadi pertanyaan besar kita, doa apakah yang diucapkan oleh Nabi Yunus ‘alaihissalam? Doa tersebut diabadikan didalam Al Qur’an pada surah Al Anbiya ayat 87 :

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِين87

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.

Itulah doa Nabi Yunus di dalam perut ikan, doa Nabi Yunus kepada RabbNya. Tak ada satu pun kalimat minta dikeluarkan dari perut ikan, tidak ada satu pun kalimat protes, yang ada hanyalah taubat, memuji Allah dan mengakui kesalahan.

Doa yang termaktub dalam Surat Al Anbiya ayat 87 ini merupakan salah satu doa mustajab di dalam Al Quran karena mengandung beberapa hal yang agung;

Pertama, pengakuan akan kesempurnaan sifat ketuhanan dan keesaan Allah, yaitu ‘Laa ilaaha illaa Anta’ (Tidak ada Ilah (Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi) selain Engkau)

Kedua, pengakuan akan kesempurnaan Allah dari segala cela, kekurangan dan keburukan yang tersirat dari firmannya ‘Subhaanaka’ (Maha Suci Engkau)

Ketiga, pengakuan atas segala dosa dan kesalahan serta bentuk tawadhu’ dan kerendahan diri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala
yang tercermin dalam firmannya ‘Innii kuntu minadz Dholimin (Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu yang berbuat aniaya).

Dan ternyata, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitab Zaadul Ma’ad, tiga hal di atas merupakan faktor-faktor penghilang segala kesusahan, dan sarana yang efektif  untuk memohon pertolongan Allah guna mengatasi segala permasalahan hidup di dunia. Dan ketiganya terangkum dalam doa Nabi Yunus ‘alaihissalam ini.

Sudah sepatutnya bagi setiap hamba yang mengalami kegelisahan dan kesedihan untuk banyak-banyak mengulang doa ini dan menambahkan dalam setiap doanya. Niscaya Allah pun akan mudah mengijabahi doanya. Jadi, awalilah setiap doa apa saja dengan doa Dzun Nuun ini, niscaya doa tersebut akan diijabahi dengan izin Allah. Yakinlah!

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment