Gerhana Bulan Menyapa Iman

Penulis: M. Anwar Djaelani*

Suaramuslim.net – Ada “5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018” (www.kompas.com 25/07/2018). “Warga Bisa Lihat Mars Saat Gerhana Bulan Total” (www.cnnindonesia.com 24/07/2018). Terutama terkait berita-berita tentang fenomena alam yang istimewa, semoga kita bisa menangkap Pesan Imani di baliknya.

Baca, Baca!
Sabtu 28/07/2018, insyaallah kita bisa menyaksikan gerhana bulan total (GBT) atau blood moon -bulan darah-. GBT adalah fenomena alam yang tergolong tak biasa. Apa saja keunikan GBT kali ini?

Berikut ini, dua aspek saja dari lima yang dimaksud pada berita pertama di awal tuliasan ini. Pertama, GBT ini terlama pada abad 21. “Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit,” kata Marufin Sudibyo, astronom amatir. Bahkan, disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi, tepatnya pada 09/06/2123.

Kedua, pada GBT ini ada fenomena Paras Bulan yang Kebiruan. Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini yaitu adanya warna biru di paras bulan. “Sapuan warna biru di paras bulan akibat (dari) hamburan cahaya matahari oleh molekul-molekul Ozon,” ujar Marufin.

Berikutnya, kabar dari www.cnnindonesia.com (24/07/2018). Bahwa hal istimewa lainnya, kita tak hanya akan melihat GBT saja, tapi planet merah Mars juga akan tampak berdampingan dengan blood moon dan dapat dilihat dari seluruh wilayah di Indonesia. “(Mars) terlihat seperti bintang terang berwarna kemerahan. Pada saat gerhana bulan, posisi Mars berdekatan dengan posisi bulan,” kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) – Thomas Djamaluddin.

Baca Juga :  Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Itikaf

Memang, Mars akan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi pada 31/07/2018 mendatang, namun planet tetangga tersebut sudah mulai dapat terlihat pada akhir pekan ke-lima Juli 2018. “Pada akhir Juli (2018), Mars tampak paling terang karena (berada pada) jarak terdekat (dengan bumi) dan posisinya berlawanan dengan arah matahari,” tambah sang Kepala LAPAN.

Masih di situs yang disebut terakhir, dikatakan, GBT dan kilau Planet Mars dapat disaksikan pada Sabtu dini hari, mulai pukul 01.24 WIB. Fase GBT dimulai pukul 02.30 WIB sampai 04.13 WIB, dan gerhana berakhir sekitar pukul 05.19 WIB.

Atas fenomena alam semisal GBT, ambillah pelajaran! Bahwa, kesemua ini adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Bacalah atas semua hal di sekitar kita yang menunjukkan bahwa Allah itu ada, Esa, dan berkuasa.

Di keseharian, matahari dan bulan adalah sebagian dari tanda kekuasaan Allah. Namun, karena kita sudah terbiasa melihatnya, maka kebanyakan dari kita tidak atau kurang termotivasi untuk menjadikannya sebagai bahan perenungan dan dipakai untuk menebalkan keimanan. Padahal, “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya” . (QS. Al-Furqaan [25]: 61)

Selalu bacalah dengan cermat dan kemudian renungkanlah!

Baca Juga :  Istana – Istana Surga

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta-merta mereka berada dalam kegelapan. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS. Yaasin [36]: 37-40)

Simaklah berbagai fenomena alam itu dan lalu menunduklah!

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. (QS Al-Hajj [22]: 18)

Amalan sunnah saat gerhana bulan

Selanjutnya, apa saja amaliyah sunnah yang bisa kita kerjakan di saat terjadi gerhana bulan?

  1. Shalat Gerhana Bulan. Bahwa, shalat gerhana bulan adalah amal utama ketika terjadi gerhana bulan. Hukumnya, sunnah muakkad -sunnah yang sangat dianjurkan-. Shalat itu disunnahkan berjamaah.
  2. Berdoa. Pada saat gerhana bulan, kita dianjurkan untuk banyak berdoa. Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdzikir dan berdoa hingga gerhana selesai.
  3. Berdzikir dan Membaca Takbir. Berdzikirlah, terutama dengan kalimat takbir. Saat membaca takbir itu tak perlu keras-keras, cukup sekadar di dengar diri sendiri.
  4. Beristighfar. Sangat dianjurkan untuk banyak bersitighfar, memohon ampun kepada Allah. Berharap dengan sangat-lah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.
  5. Bersedekah. Kita keluarkan sebagian harta. Bisa pula bersedekah dalam artian luas kepada siapa saja, terutama yang membutuhkan.
Baca Juga :  Pilih Sedekah atau Bayar Hutang Dulu?

Siapa merasa atas semua fenomena alam –termasuk GBT- semoga kita bisa menjadikannya sebagai media untuk meningkatkan iman dan takwa. Dengan iman dan takwa, semoga kelak –di Hari Kiamat- kita punya tujuan berlari dan berlindung.

“Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, serta matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: ‘Ke mana tempat berlari?’ Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali”. (QS Al-Qiyaamah [75]: 7-12)

Keadaan yang sangat baik di Hari Kiamat –yaitu punya tempat berlindung- hanya akan bisa didapat jika kita –antara lain- rajin membaca ayat-ayat Allah, baik yang tertulis (yaitu Al Quran) maupun yang tak tertulis (yaitu alam semesta serta berbagai fenomena di dalamnya).

Jadi, ketika di hadapan kita ada fenomena alam –dan apalagi yang termasuk langka-, maka kita harus antusias menyambutnya. Sambut, seolah-olah fenomena alam itu adalah tamu terhormat yang akan menyapa dan lalu memberikan pelajaran mahal di bidang keimanan.

*Alamat website di www.anwardjaelani.com

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.