Hadiri Pelantikan, Ketum Pertama Himi Persis Cianjur Beri Wejangan Agar Giat Berdakwah
Pelantikan Pengurus Himi Persis Cianjur Jawa Barat masa jihad 2019, Ahad (5/5/19). Foto: Saifal

CIANJUR (Suaramuslim.net) – Pengurus Daerah Himpunan Mahasiwi Persatuan Islam (PD Himi Persis) Cianjur yang pertama Yanti Ruslianti memberikan wejangan pada pengurus yang baru, agar tidak bersedih ketika kaderisasi tidak sesuai dengan harapan.

Menurutnya justru hal tersebut menjadi motivasi agar lebih bersemangat lagi menyampaikan dakwah Islam di kalangan pemudi dan mahasiswi di kampus-kampus.

“Jangan pernah merasa takut atau sedih dengan jumlah kader yang sedikit, namun jadikan itu sebagai senjata untuk saling bahu-membahu dalam meningkatkan kualitas dakwah,” tuturnya.

Hal tersebut disampaikan Yanti usai kegiatan pelantikan pengurus baru PD Himi Persis Cianjur masa jihad 2019 di aula Persistri Cianjur, Ahad, (5/5).

Himi Persis ini, lanjut Yanti, merupakan organisasi sebagai lahan jihad yang luar biasa dalam kehidupan sebagai mahasiswi.

“Himi Persis ini merupakan lahan yang luar biasa, sehingga marilah kita gunakan kesempatan yang luar biasa ini,” pungkasnya.

Sementara itu ketua terpilih Dede Rohimah menyebut kepengurusannya akan semakin menggiatkan lagi dakwah di kalangan mahasiwi. Di antaranya selain program kerja dakwah juga akan dimasifkan beberapa kajian keilmuan agar menjadikan mahasiswi di Cianjur sebagai mahasiswi yang shalehah dan intelek.

“Himi Persis Cianjur memiliki program kerja dalam bidang dakwah dan keilmuan serta kajian yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dakwah dan mengembangkan eksistensi Himi Persis di luar otonom Persis,” ucap Dede.

Selain pelantikan, dalam kegiatan yang bertema ‘Perjalanan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Cianjur dari Masa ke Masa’ ini juga dibarengi dengan diskusi untuk meningkatkan strategi dakwah Islam di kalangan mahasiswi.

Reporter: Saifal
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.